Suara.com - Selama ini, musik lebih dikenal sebagai sarana hiburan dan ekspresi diri. Orang bermain musik atau mendengarkan musik semata untuk mendongkrak mood atau menghibur diri. Padahal, nyatanya kekuatan musik tak sesederhana itu.
Musik menyimpan manfaat layaknya terapi bagi penderita gangguan depresi. Musik juga efektif untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Berbagai penelitian bahkan telah melansir manfaat musik sebagai penyembuh berbagai masalah kesehatan.
Hal inilah yang mendasari lahirnya Komunitas Ikatan Terapi Musik Indonesia (ITMI) pada Juni 2013 silam. Orang-orang yang berada di belakang pembentukan komunitas ini percaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia.
"Kami percaya bahwa musik memiliki manfaat untuk menolong insan manusia. Untuk itulah kami, para terapi musik berkumpul untuk lebih menyosialisasikan manfaatnya kepada orang-orang yang perlu dibantu," ujar Saphira Hertha salah satu pendiri Komunitas ITMI kepada suara.com baru-baru ini.
Saphira mengisahkan, di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, banyak pasien dengan gangguan tertentu yang dibantu dengan terapi musik untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sayangnya di Indonesia terapi musik belum mendapat perhatian lebih.
"Sejauh ini di Indonesia saya melihat bahwa musik masih dijadikan sarana ekspresi dan hiburan saja. Untuk mengisi kekosongan waktu misalnya," imbuhnya.
Saphira tak menampik kenyataan bahwa dengan mendengarkan musik, seseorang bisa mendapatkan suasana hati yang lebih baik. Namun, ada beberapa hal lain dari musik yang bisa diserap manfaatnya.
"Bisa dengan membuat lirik lagu, bernyanyi, bermain musik, atau bahkan menggelar pertunjukkan musik," tambahnya.
Namun manfaat musik sebagai terapi memang tak bisa didapat hanya dengan melakoninya satu dua kali saja. Seseorang harus terlibat secara rutin dan berkesinambungan.
Ia juga membantah anggapan bahwa musik tertentu saja seperti klasik yang memiliki manfaat lebih sebagai terapi. Genre musik lain, ujarnya, seperti jazz, pop, atau bahkan rock juga bisa mengambil peran dalam memberikan efek terapi.
"Sebenarnya tergantung minat seseorang terhadap musik. Kalau orang tersebut sukanya musik rock terus kita terapi dengan musik jazz tentu tidak akan efektif. Musik rock juga sebenarnya yang menjadi masalah adalah liriknya, bukan untaian nadanya," terangnya.
Para terapis musik yang tergabung di dalam komunitas ini juga menggunakan musik untuk mendiagnosis permasalahan yang dialami seseorang. Misalnya dengan menganalisa lirik yang dianggap menarik, dari situ kemudian sang terapis akan mendalami kondisi seseorang tersebut.
"Misalnya kita kasih lagu Fireworks- Katy Perry. Ternyata ada yang memilih lirik 'do you ever feel like plastic bag' di antara sekian lirik lagu tersebut. Berarti ini menunjukkan bahwa dia dalam kondisi seperti itu," ungkapnya lagi.
Pada orang berkebutuhan khusus, musik bisa mengontrol emosi mereka. Dengan memainkan musik, menurut Saphira, mereka sedang mencoba meluapkan emosi saat didera tantrum.
"Musik merupakan hal yang menyenangkan. Saya rasa terapi musik bisa menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan," jelasnya.
Bentuk kegiatan komunitas ITMI dikatakan Saphira lebih bersifat sosial. Mereka merangkul beragam lapisan masyarakat lewat kegiatan yang berisi edukasi mengenai manfaat musik sebagai terapi. Mereka juga rutin mengunjungi panti werda atau rumah singgah penderita kanker untuk 'menggelar' mini konser untuk terapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Menemukan Diri di Tengah Hutan: Mengapa Ubud Populer Jadi Tempat Healing
-
5 Holder HP Motor Anti-Getar: Kamera HP Aman, Ojol Wajib Punya
-
Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunah Rasul Sebelum Ramadan