Di usianya yang terbilang muda, anak-anak ini sudah ambil bagian dalam meningkatkan transparansi informasi publik di Indonesia. Mereka menebar informasi yang publik harus tahu mengenai sepak terjang wakil mereka di DPR.
Ya, dengan memanfaatkan jejaring sosial twitter, komunitas yang dimotori oleh Hayati Indah Putri dan Adi Mulia Pradana ini menyajikan limpahan informasi kinerja anggota DPR RI melalui akun @wikiDPR.
Sidang-sidang para wakil rakyat yang biasanya hanya bisa dinikmati publik melalui media mainstream kini bisa dimonitor melalui live tweet yang disajikan komunitas ini sebagai pihak yang netral dan tak bersebarangan dengan kepentingan penguasa tertentu.
"Jadi apa yang kita tweet memang itu yang disampaikan di rapat, tidak ada yang kita kurangi atau lebih-lebihkan. Karena memang posisi kita netral tanpa dibumbui kepentingan tertentu," ujar Giza, Mahasiswi Universitas Katolik Atmajaya, anggota komunitas WikiDPR pada suara.com di sela Pekan Komunitas baru-baru ini.
Awal mula didirikannya komunitas ini dilatarbelakangi oleh kebingungan yang dialami Indah dan Pahlevi, sang pendiri, saat mencari rekam jejak calon anggota legislatif pada Pemilu legislatif (Pileg) 2014 lalu.
Tak ingin beli kucing dalam karung pada Pileg selanjutnya, dua anak muda ini berusaha mengumpulkan segala informasi tentang aktivitas wakil rakyat di parlemen.
Mereka lantas menginisiasi lahirnya WikiDPR pada Agustus 2014 dan mengajak anak muda lainnya untuk mengawal hiruk pikuk dunia politik tepatnya kinerja para wakil rakyat.
Anggota yang tergabung dalam komunitas ini nantinya akan mengikuti setiap rapat di DPR seperti layaknya yang dilakukan para wartawan. Bedanya, mereka menyajikannya dalam bentuk live tweet sehingga publik bisa turut memonitor jalannya persidangan.
Live tweet yang terkumpul lalu akan dirangkum menjadi sebuah ulasan singkat yang nantinya ditautkan dengan profil masing-masing anggota DPR dalam situs WikiDPR.org.
"Daftar anggota DPR dan bagaimana keterlibatan dia dalam kebijakan tertentu terangkum di website. Sehingga publik tinggal memasukkan nama anggota DPR dan langsung tersaji kiprah dia selama menjabat sebagai wakil rakyat," imbuh mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Melalui rekam jejak yang dirangkum oleh anggota Komunitas WikiDPR, publik bisa memiliki bekal yang cukup untuk menentukan pilihannya apakah akan kembali memilih wakil rakyat tersebut. Kicauan di @wikiDPR juga bisa menjadi cermin bagi anggota DPR untuk lebih meningkatkan kinerjanya.
Giza menyebut bahwa rata-rata per harinya akun WikiDPR menebar 200an live tweet. Jumlah pengikut di twitter pun terus bertambah, dan kini hampir mencapai 19 ribu orang.
Sebagai mahasiswa, keterlibatannya di komunitas ini juga menambah wawasannya mengenai situasi politik di Indonesia.
"Rata-rata anggota WikiDPR adalah para mahasiswa, di sini kami membantu publik mendapatkan haknya untuk mengetahui kinerja wakil yang dipilihnya. Tetapi beberapa di antara kami juga sekaligus mencari bahan skripsi atau tugas kuliah dengan mengikuti langsung rapat di parlemen," tambahnya.
Setelah bergabung menjadi anggota sejak awal berdirinya WikiDPR, Giza mengaku mendapatkan cerita-cerita lucu mengenai tingkah polah anggota dewan. Salah satunya cerita mengenai penyanyi yang juga berkiprah sebagai anggota DPR, Anang Hermansyah.
"Jadi waktu itu Komisi X sedang ada rapat. Anang, sebagai salah satu anggota DPR seharusnya berada di sana untuk mengikuti jalannya rapat. Tetapi dia absen, dan di saat yang sama Anang muncul live di acara TV untuk memberikan kejutan kepada Ashanty dan Aurel. Padahal sebagai wakil rakyat dia harusnya menjalankan tugasnya di DPR," cerita Giza.
Kini komunitas WikiDPR telah memiliki anggota sebanyak 100 orang. Namun, pintu tetap terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin bergabung melalui tahap seleksi. Jadi, jika kamu tertarik untuk menjadi bagian dalam merekam jejak anggota DPR, yuk gabung jadi anggota WikiDPR.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK
-
Antara Empati dan Superioritas: Mengembalikan Makna Volunteer yang Berdampak
-
Desa Snack: Saat Cerita Desa Menjadi Kekuatan Komunitas Online
-
Pengguna QJMOTOR Deklarasikan QJRiders Jakarta Sebagai Wadah Kolaborasi dan Persaudaraan
-
Momen Kolaborasi Akhir Tahun Motul Indonesia dan NGK Busi untuk Komunitas Otomotif
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
5 Sunscreen Non Comedogenic untuk Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
Ini 7 Bahaya Menghirup Gas Nitrous Oxide Tabung Whip Pink yang Viral
-
12 Ramalan Shio Terbaru 25 Januari 2026 Tentang Keuangan, Cinta, dan Sial
-
Ruang Bermain yang Bisa Bergerak di Tengah Kota
-
5 Deker Lutut untuk Atasi Nyeri Sendi pada Lansia, Mulai dari Rp80 Ribuan
-
5 Rekomendasi Azarine Sunscreen Terbaik untuk Kebutuhan Kulit Kamu
-
Jelang Ramadan 2026, Ini 6 Tren Modest Fashion versi Jenama Lokal di Bazar
-
5 RoadBike Murah Keren Mulai 1 Jutaan, Solusi Anti Stres Tanpa Bikin Kere
-
5 Merek Gula Rendah Kalori Murah untuk Diabetes dan Diet, Bisa Ditemukan di Supermarket
-
5 Sunscreen Broad Spectrum untuk Cegah Kerutan dan Flek Hitam, Mulai dari Rp30 Ribuan