Suara.com - Salah satu pertanyaan yang mungkin sering terlintas oleh bumil (ibu hamil) adalah, amankah mewarnai rambut saat hamil?
Sejak lama, kita tahu ada aturan tidak tertulis bahwa bumil sebaiknya tidak mewarnai rambut mereka, karena takut akan bahaya yang tidak semestinya pada janin di dalam rahim mereka.
Kekhawatiran bumil tentang bahan kimia yang ada di pewarna rambut, seperti amonia dan peroksida, memang dapat dimengerti. Tapi, seperti dilaporkan StyleCaster, konsentrasi bahan kimia dalam pewarna rambut sebenarnya sangatlah rendah.
Jadi, apakah jumlah yang Anda gunakan untuk mewarnai rambut Anda cukup untuk membuat Anda berisiko mengalami masalah kesehatan yang serius?
Huffington Post berbicara dengan empat dokter untuk mencari tahu hal tersebut, dan menurut mereka semua, jawaban sederhananya adalah tidak. Jika Anda sudah mewarnai rambut secara teratur tanpa masalah, Anda tidak perlu berhenti melakukannya saat hamil.
Setiap pakar yang ditemui, umumnya mencatat bahwa pewarna rambut tidak bersentuhan dengan kulit kepala dengan cukup lama, apalagi untuk menyebabkan kerusakan yang signifikan atau membahayakan.
"Pewarna rambut tidak bersentuhan dengan kulit kepala Anda cukup lama untuk menyerap ke dalam aliran darah sehingga berbahaya bagi janin yang sedang tumbuh. Pilihan saya adalah pewarna rambut yang benar-benar baik," kata Dr. Angela Lamb, direktur Westside Mount Sinai Dermatology Faculty Practice di New York City.
Dr. Jennifer MacGregor, seorang dermatolog bersertifikat di Union Square Laser Dermatology di New York, menambahkan bahwa kulit kepala dengan kondisi sehat menyerap sedikit pewarna, tapi luka atau goresan dapat meningkatkan penyerapan.
Itu berarti, jika Anda memiliki luka terbuka di kulit kepala, Anda dapat menyerap lebih banyak bahan kimia pada produk pewarna rambut.
Baca Juga: Fadli Zon Minta Anwar Usman Jaga Integritas MK
Beberapa artikel merekomendasikan bahwa bumil yang ingin mewarnai rambut mereka selama kehamilan, harus melakukannya setelah trimester pertama. Tapi sebenarnya, menurut Dr. Cynthia Gyamfi-Bannerman, Ellen Jacobson Levine, dan Eugene Jacobson, Profesor Kesehatan Perempuan dalam kebidanan dan ginekologi di Columbia University Medical Center, bumil tidak perlu menunda hal tersebut.
Banyak orang mengatakan tentang menunda sampai setelah trimester pertama karena itu adalah periode di mana organ janin sedang terbentuk.
"Jika Anda termasuk orang yang sangat berhati-hati, paparan obat apa pun untuk situasi apa pun dapat dilakukan setelah trimester pertama. Tapi sebenarnya, tidak ada alasan dari konsensus ahli untuk melakukan itu," ungkapnya.
Masalah utama yang mungkin Anda hadapi saat mewarnai rambut, baik saat Anda hamil atau tidak, adalah iritasi atau reaksi alergi potensial dari produk yang bersentuhan dengan kulit Anda, demikian dikatakan Dr. Fitzgeraldo Sánchez, Direktur Dermatologi di Maiden Lane Medical di New York.
Menurut keempat dokter di atas, tidak ada cukup bukti atau penelitian yang mengatakan bahwa mewarnai rambut saat hamil akan membahayakan janin Anda. Ada beberapa penelitian yang mengaitkan penggunaan pewarna rambut dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu, tetapi ada juga penelitian yang tidak menemukan kaitan sama sekali.
Penelitian di luar sana tentang topik ini sangat minim. Itu karena mempelajari efek negatif dari pewarna rambut pada bumil dan janin tidaklah mudah, MacGregor menjelaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim