Suara.com - Sekitar 30 klinik di daerah Florida, Amerika Serikat, telah menjual es krim ganja bernama Heavenly Hash, es skrim dengan kandungan 'zat adiktif haram' tersebut dibuat untuk pasien kanker yang mengalami dampak kemoterapi yang menyiksa.
Kandungan cannabidiol (CBD) pada daun ganja dipercaya mampu meredakan rasa nyeri yang biasa diderita pasien kanker.
Para dokter mengatakan, pasien yang mengonsumsi produk CBD cenderung tidak mengalami ketergantungan pada resep obat yang dikonsumsi untuk mengelola efek samping akibat kemoterapi.
Produk Heavenly Hash Creamery yang berbasis di Manatee County, Florida, mulai diproduksi oleh Matthew Eastman dan istrinya sebagai toko es krim biasa.
Kemudian rumah es krim tersebut tumbuh menguntungkan dan mendapat dukungan dari Tim NHL, Tampa Bay Lightning, yang ingin mencoba usaha baru tersebut.
"Dengan biaya perawatan kesehatan yang terus meningkat, kami menemukan solusi bahwa mereka (pasien kanker) dapat mengendalikan biaya penggunaan obat pereda nyeri dengan es krim ini," kata dokter onkologi, Susan Scherer dilansir Dailymail.
Salah satu klinik yang sudah menjual es krim ganja adalah Winter Garden Klinik Dr Ashok Khanna.
Pada situs webnya, dia menjelaskan bahwa klinik tersebut menjual lima dari tujuh rasa yang ditawarkan yaitur vanili Prancis, cokelat krim, mangga, chip cokelat mint, dan lemon dengan harga sekitar Rp 115 ribu hingga Rp 533 ribu.
"Masuk akal memberi pasien sesuatu yang akan membuat mereka merasa lebih baik. Selama Anda makan es krim dalam jumlah yang dianjurkan, Anda tidak akan overdosis, aman," kata Dr Khanna.
Baca Juga: Ada Ponsel Selundupan di Sel Ratna Sarumpaet, Ini Faktanya
Jadi es krim ganja ini boleh dikonsumsi sesuai anjuran agar tidak overdosis dan hanya untuk pasien kanker yang mengalami dampak kemoterapi yang menyiksa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi