Suara.com - Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF akhirnya menempuh langkah hukum seusai digugat Rp1,8 miliar. Ia melaporkan seorang pengacara berinisial AE atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pengusaha kondang ini di akun Instagram resminya, @jhonlbf. Ia mengunggah sebuah video yang menunjukkan dirinya keluar dari kantor polisi bersama tim kuasa hukumnya.
"Hari ini saya resmi melaporkan oknum pengacara berinisial AE atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik," tulis Jhon seperti dikutip Suara.com, Rabu (22/2/2023).
Dalam caption-nya, ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tidak pernah iri dengan kesuksesan orang lain. Ia juga berharap kasusnya melaporkan oknum pengacara itu bisa menjadi pelajaran bersama.
"Semoga kita semua bisa belajar untuk tidak iri atas kesuksesan orang lain," pesan Jhon.
Menurutnya, selama ini dirinya telah bekerja keras di saat banyak orang tidur. Jhon pun berpesan agar orang tidak cuma modal iri jika ingin sukses, tetapi juga bekerja.
"Kamu tidur saya masih kerja keras, kok kamu modal iri doang pengen ikutan sukses. Kalau mau sukses kerja. Jangan banyak drama!" tandas Jhon LBF.
Aksi Jhon LBF yang melaporkan oknum pengacara itu langsung menuai atensi warganet. Mereka menuliskan beragam pendapat di kolom komentar akun Instagram Jhon, dan banyak yang menyemangati sosok "bos" tersebut.
"Nah baru tahu tuh yang suka fitnah sekarang gimana kalau udah dilaporin sama bang Jhon. Jadi pelajaran buat kita semua," komentar warganet.
"Maaf mau tanya pengacara inisial AE itu siapa?" tanya warganet.
"Salah ya bang Jhon kalau pansos caranya begini. Kenapa gak cara yang asik. Nanti kalau mereka minta damai dan proses kekeluargaan jangan mau ya bang. Kalian bukan keluarga," pesan warganet.
"Bersabar pak, atas musibah yang Bapak Jhon alamin, ketahuilah bahwasanya ini adalah ujian untuk bapak naik tingkat. Ingat pepatah semakin tinggi pohon maka makin kencang anginnya," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Di Tengah Polemik Dirinya, Jhon LBF bersama Rizki Billar dan Lesti Kejora Malah Bikin Perusahaan Musik
-
Jhon LBF Ungkap Lini Bisnis Baru Rizky Billar, Ingin Fokus Membesarkan Lesti Kejora?
-
Dituding Cuma Gimmick Urus Izin PT ke Jhon LBF, Nama Perusahan Rizky Billar Terungkap
-
Polisikan Oknum Pengacara, Jhon LBF Tegaskan Tak Akan Cabut Laporan
-
Jhon LBF Polisikan Oknum Pengacara Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Utang BGN Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Daftar Tunggakannya ke Pihak Ketiga
-
Cerita di Balik Spanduk Malvinas: Dibuat dari Seprai Hotel dan Diselundupkan Diam-diam
-
Bikin Candu Warganet, Apa Sih Makna Lagu 'Sakedung Kading' yang Lagi Viral?
-
Sikat Mafia Lingkungan dan Korporasi SDA, Bareskrim Fokus 'Follow The Money' dan Sita Aset
-
Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak