Suara.com - Kabar rektor Universitas Pancasila tersandung kasus dugaan pelecehan seksual membuat komunitas akademisi riuh. Bagaimana tidak? Sosok pria yang menyandang status sebagai guru besar tersebut dilaporkan oleh karyawan perguruan tinggi tersebut yang berinisial RZ (42).
Sang rektor kini turut diperiksa oleh berbagai pihak dari kampus hingga Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Lantas, siapakah sosok rektor Universitas Pancasila tersebut? Seperti apa pendidikan rektor Universitas Pancasila yang mentereng namun dituding melecehkan bawahannya?
Berikut profil rektor Universitas Pancasila.
Profil rektor Universitas Pancasila: Sempat mengajar di berbagai perguruan tinggi
Setelah ditelusuri, sosok rektor Universitas Pancasila tersebut adalah Prof. Dr. Edie Toet Hendratno atau Edie Toet Henratno. Namanya sudah tak asing lagi di dunia perguruan tinggi lantaran telah mengajar di berbagai kampus.
Edie yang merupakan seorang kelahiran Semarang, 27 Maret 1951 tersebut merupakan tamatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Usai memperoleh gelar Sarjana Hukum, Edie melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Tak puas dengan gelar S1 dan S2, Edie melanjutkan perjalanan pendidikannya dengan mengambil program Doktor alias S3. Ia merantau ke Kota Pelajar dan kuliah di Universitas Gadjah Mada.
Baca Juga: Rektor UP Resmi Dicopot, Mahasiswa Tuntut Kampus Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
Edie sempat mengajar di Universitas Indonesia untuk beberapa waktu dan mengajar beberapa mata kuliah, beberapa di antaranya pengantar sosiologi dan sosiologi Indonesia.
Ia juga memiliki tugas untuk mengajar mata kuliah sosiologi hukum. Adapun pada tahun 1985, Edie mulai mengajar di Universitas Pancasila. Lalu pada tahun 2009, ia mulai mengajar di Universitas Negeri Jakarta.
Berkat kiprahnya, Edie akhirnya dikukuhkan menjadi guru besar. Usai menyandang gelar Profesor, Edie menjabat sebagai rektor Universitas Pancasila dari tahun 2004 hingga 2014 dan kembali menjabat dari 2021 hingga 2022,
Diduga melakukan pelecehan ke bawahannya
RZ, karyawan Universitas Pancasila melaporkan bahwa sang rektor melakukan pelecehan seksual terhadapnya. RZ juga telah meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Minggu (25/2/2024).
Edie juga sempat diperiksa oleh Polda Metro Jaya yang terjadwal pada Senin (26/2/2024) lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam dalam keterangannya Sabtu (24/2/2024), mengungkap bahwa RZ telah melaporkan sang rektor kepada polisi.
Berita Terkait
-
Rektor UP Resmi Dicopot, Mahasiswa Tuntut Kampus Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
-
Demo Mahasiswa UP Soal Kasus Pelecehan Rektor Memanas, Saling Dorong Tak Terhindarkan
-
Viral Dugaan Pelecehan Terjadi di Restoran, Pelaku sudah Minta Maaf, Temannya malah Ngajak Ribut
-
Rektor Universitas Pancasila Terlibat Kasus Pelecehan Seksual, Mahasiswa Geruduk gedung Rektorat
-
Sang Rektor Prof Edie Urung Dicopot Buntut Diduga Cabuli Bawahan, Mahasiswa UP Demo Tutup Jalan hingga Bakar Ban
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
realme C100 Series Bawa Baterai Monster 8000mAh dan AI Gemini, Siap Cetak 'Champion' Masa Depan!
-
Tantangan Adopsi Toyota Hilux Listrik Bagi Pengusaha Akibat Selisih Harga
-
Viral Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ini Faktanya
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 415 Personel Gabungan Disiagakan
-
BUMN Kini Tak Boleh Bisnis Semaunya Sendiri, Harus Satu Arah yang Sama
-
Possession Semu Berujung Petaka, John Herdman Evaluasi Total Pertahanan Timnas Indonesia
-
Haier H100M96GUX Dobrak Pasar High-End: QD-MiniLED, Audio KEF, dan Refresh Rate 240Hz!
-
Skema Potong Komisi Langsung Dinilai Bikin Pendapatan Ojol Lebih Transparan
-
8 Ciri-ciri Rumah yang Membawa Hoki dan Rezeki Menurut Feng Shui
-
3 Gol, 3 Poin, dan 1 Baju Dibuang: Cerita Unik Kemenangan Vietnam atas Indonesia