Suara.com - Sengketa hasil Pilpres 2024 tengah bergulir di Mahkamah Konstitusi. Masing-masing paslon tentu didampingi oleh kuasa hukum, yang kekinian profilnya menjadi sorotan publik.
Salah satunya adalah karena kemunculan beberapa pengacara muda yang sosoknya menarik perhatian, seperti misalnya Sangun Ragahdo yang mewakili kubu Ganjar-Mahfud MD, serta Yakup Hasibuan yang membela kubu Prabowo-Gibran.
Nama keduanya pun sudah tak terlalu asing di kalangan warganet. Sangun Ragahdo sudah mencuri perhatian ketika mendampingi ayahnya, Henry Yosodiningrat, menjadi kuasa hukum anak buah Ferdy Sambo seperti Hendra Kurniawan. Sementara Yakup Hasibuan dikenal luas sebagai suami Jessica Mila sekaligus merupakan putra dari pengacara kondang Otto Hasibuan.
Lantas jika membandingkan sepak terjang keduanya, siapa yang kira-kira lebih moncer?
Sangun Ragahdo
Sangun Ragahdo merupakan anak semata wayang dari pasangan advokat Henry Yosodiningrat dan artis senior Yayuk Suseno.
Ragahdo merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) periode 2013-2017.
Ragahdo kemudian melanjutkan studinya ke jenjang pascasarjana di Erasmus Rotterdam Belanda dan dinyatakan lulus pada tahun 2018. Setelah itu Ragahdo kembali melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor bidang hukum dari UPH pada tahun 2021.
Selama berkuliah, Ragahdo beberapa kali mengemban amanah di firma hukum, antara lain sebagai Legal Assistant di Henry Yosodiningrat & Partners Law Firm (2018-2019) dan Legal Intern di HHP Law Firm yang merupakan bagian dari Baker & McKenzie International (2019). Sejak Juli 2019, Ragahdo juga sudah berkarier sebagai Associate Partner di firma hukum sang ayah.
Baca Juga: Viral Susunan Nama-nama Calon Menteri Isi Kabinet Prabowo, Analis: Ini Hanya Sebatas Propaganda
Yakup Hasibuan
Yakup Hasibuan merupakan putra satu-satunya pasangan Otto Hasibuan dan Norwati Damanik. Mengikuti jejak sang ayah, Yakup yang merupakan suami Jessica Mila ini juga mendalami bidang hukum.
Dikutip dari LinkedIn-nya, Yakup pernah mengikuti Summer Program di beberapa kampus luar negeri. Seperti mengikuti program Kriminologi dan Hukum Internasional saat summer program di University of Cambridge (2009), serta mengambil bidang Capital Market Law di summer program Yale Law School (2011).
Yakup lalu menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Indonesia pada tahun 2013-2016. Setelahnya Yakup sempat mengambil pendidikan bidang keuangan di Harvard Business School (2019).
Yakup kemudian melanjutkan studi S2 Ilmu Hukum di New York University School of Law. Yakup mengambil konsentrasi di bidang hukum perdagangan internasional, seperti LLM, International Business Regulation, Litigation, and Arbitration.
Selama berkuliah, Yakup juga sempat bekerja di beberapa tempat, seperti menjadi Legal Intern Kemenko Kemaritiman (2016) dan Legal Intern di Allens Australia (2016). Lalu Yakup bekerja sebagai Associate di Baker McKenzie Jakarta (2017-2020), sebelum pindah ke firma hukum ayahnya, Otto Hasibuan & Associates sejak Juli 2020.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?