Suara.com - Dharma Pongrekun saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, saat ini dirinya tengah menjadi satu-satunya bakal calon gubernur DKI Jakarta lewat jalur independen atau perseorangan. Bahkan, seperti dilaporkan dari berbagai sumber, dirinya dan Kun Wardana Abyoto telah mengajukan syarat dukungan pendaftaran Pilkada DKI Jakarta ke kantor KPU setempat, Minggu (12/5).
Tak heran, banyak yang penasaran dengan profil Dharma Pongrekun ini.
Profil Dharma Pongrekun
Pria yang biasa disapa Dharma ini lahir pada 12 Januari 1966 di Palu, Sulawesi Tengah. Dirinya adalah seorang pensiunan Polri, di mana posisi terakhirnya adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri. Pangkat terakhir jenderal keturunan Toraja ini adalah Komisaris Jenderal Polisi atau setara dengan jenderal tiga bintang.
Diketahui, Dharma memulai pendidikan di SMP Bruderan Purwokerto pada 1981 dan SMAN 34 Jakarta pada 1984. Kemudian, dirinya melanjutkan pendidikan ke AKABRI A di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1988. Setelah itu, Dharma melanjutkan pendidikan pasca sarjana manajemen di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan lulus pada tahun 2002. Selanjutnya, ia melanjutkan program pasca sarjana jurusan ilmu hukum di Universitas Gadjah Mada hingga berhasil lulus pada tahun 2006. Dan terakhir, ia meraih gelar doktor kehormatan bidang kemanusiaan dari MBC University Depok pada tahun 2023.
Sebelum pensiun, penulis buku Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan ini juga diketahui sempat menjabat beberapa posisi tinggi, seperti menjadi wakil kepala BSSN pada periode 2019 hingga 2021. Sebelum menjabat sebagai wakil kepala BSSN, dirinya juga diketahui pernah bertugas sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN sejak bulan Mei 2018. Selain itu, ia juga pernah menjabat Karorenmin Bareskrim Polri dan Dirtipnarkoba Bareskrim Polri pada tahun 2016.
Kemudian dalam rangka pensiun, Dharma diketahui telah dipindahkan ke posisi Perwira Tinggi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI alias Pati Lemdiklat pada tanggal 24 Januari 2024 yang lalu. Ia dipindahkan bersama dengan tujuh jenderal Polri lainnya yang juga memasuki masa pensiun.
Daftar Kontroversi Dharma Pongrekun
Adapun nama Dharma Pongrekun juga menjadi perbincangan di media sosial saat ia tampil di saluran YouTube Dr. Richard Lee. Dalam tayangan tersebut, ia menyatakan bahwa pandemi Covid-19 sudah direncanakan sejak tahun 2010 oleh Rockefeller Foundation dan disimulasikan pada tahun 2012.
Berikut adalah daftar kontroversi yang dibuat oleh Dharma Pongrekun melalui podcast Youtube milik dr. Richard Lee:
1. Konspirasi COVID-19
Di permulaan podcast, dr. Richard Lee mengenalkan Dharma Pongrekun sebagai seorang polisi. Dharma adalah seorang jenderal bintang 3 dan pernah menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Pria yang kini sempat menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri itu disebut pernah menyatakan COVID-19 termasuk dalam persekongkolan.
Baca Juga: Bagian dari Strategi, Golkar Belum Mau Pastikan Ridwan Kamil Maju atau Tidak di Pilgub Jakarta 2024
2. COVID-19 Direncanakan Sejak 2010
Dalam kelanjutan acara, Dharma Pongrekun secara terang-terangan menyatakan bahwa COVID-19 sudah direncanakan sejak 2010 oleh Rockefeller Foundation. Ia menjelaskan, rencana tersebut sempat disimulasikan pada tahun 2015 hingga dijalankan pada tahun 2020 untuk di Indonesia. Dirinya lantas menjelaskan bahwa tujuan utama rencana itu adalah semata-mata demi percepatan program digitalisasi.
3. COVID: Sertifikat Identitas Vaksin Digital
Dharma Pongrekun menjelaskan bahwa singkatan COVID adalah Sertifikat Identitas Vaksin Digital.
"Sebagai identitas digital untuk menjadi persyaratan boleh kemana-mana. Itulah yang permainan mereka. Mereka mengendalikan kita melalui sistem," ujarnya.
Sementara angka 19 juga memiliki kode tersendiri, di mana angka 1 adalah buatan sedangkan 9 adalah kecerdasan. Keduanya juga memiliki arti kecerdasan buatan.
4. Pengatur Sistem Dunia: Yayasan Rockefeller
Dharma Pongrekun kemudian menceritakan mengenai pihak yang mengatur sistem dunia. Menurutnya, Yayasan Rockefeller adalah pengatur sistem di dunia. Rockefeller dikatakan mendirikan yayasan hingga membuat sistem pendidikan. Alhasil, semua kurikulum di dunia sama saja, dengan tujuan utama membuat manusia sebagai budak pekerja.
"Dia adalah raja minyak dunia. Dia memiliki minyak baku. Kemudian dia mendirikan yayasan untuk menyembunyikan pajak dari hasilnya. Oleh karena itu, yayasan yang sekarang juga mengikuti konsep tersebut. CSR juga berasal dari situ," jelas Dharma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
5 Cara Menghitamkan Rambut Uban Tanpa Semir, Pakai Bahan-bahan Alami Ini
-
5 Rekomendasi Lipstik untuk Usia 60 Tahun ke Atas, Warna Elegan Bikin Bibir Lembap
-
Ide Acara Valentine 2026 Bersama Pasangan, Rekan Kerja, atau Keluarga
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Catat Tanggal dan Waktu Pelaksanaannya
-
6 Ide Jualan Takjil Kekinian yang Laku di Bulan Puasa
-
6 Sunscreen Pencerah untuk Kulit Kusam yang Mudah Didapat di Indomaret
-
6 Produk Hanasui untuk Atasi Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
7 Amalan Malam Nisfu Syaban untuk Wanita Haid agar Tetap Dapat Berkah dan Pahala
-
6 Rekomendasi Sunscreen Lokal Bumil Friendly: Aman, Nyaman, dan Lindungi Kulit dari Melasma
-
Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman