Suara.com - Keputusan Pemerintah Indonesia untuk menerapkan wajib iuran Tapera ramai dikritik masyarakat. Bukan tanpa sebab, iuran Tapera itu bakal diambil dengan memotong gaji pekerja sebesar 3 persen per bulan.
Kebijakan itu tentu membuat masyarakat kelas menengah bawah menjerit. Terlebih kebijakan tersebut berbanding terbalik dengan aksi pemerintah yang membangun rumah mewah untuk para menteri Jokowi di IKN.
Ironi ini turut disentil warganet di X. Seorang warganet tampak mengkritik pemerintah yang dinilai gercep membangun rumah mewah bagi menteri Jokowi di IKN.
Sedangkan jika menyangkut rumah rakyat, pemerintah malah meminta masyarakat untuk saling menalangi uang lewat iuran Tapera.
"Bangun rumah mewah menteri di IKN sat set. Bangun rumah warga sesama masyarakat suruh saling nalangin. Unik," kritik warganet di X pada Senin (28/5/2024).
Sebagai informasi, pembangunan rumah mewah menteri di IKN diketahui menghabiskan biaya Rp14 miliar per unit. Artinya, pemerintah Indonesia menggelontorkan ratusan miliar untuk membangun kompleks perumahan para menteri di ibu kota baru Indonesia tersebut.
Tak main-main, dilaporkan akan ada 36 unit rumah menteri yang dibangun di IKN. Tiap unit rumah mewah menteri itu memiliki luas bangunan sekitar 580 meter persegi, serta luas lahan kira-kira 1.000 meter persegi per rumah. Diperkirakan biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk membangun rumah menteri sebesar Rp519 miliar.
Tak cuma dibangunkan rumah, para menteri juga dibelikan furniture lengkap. Alhasil, rumah mewah menteri di IKN sudah termasuk fully furniture, sehingga para menteri tinggal menempati dan tidak usah repot-repot mencari perlengkapan rumah.
Sontak, warganet ramai mengkritik ironi pengadaan rumah untuk menteri yang berbanding terbalik dengan nasib masyarakat. Tak sedikit yang menuliskan sindiran kepada pemerintah.
Baca Juga: Iuran Tapera 3%, Jokowi: Berat atau Nggak Berat
"Gak papa dong yang penting kan dapat makan siang gratis sama punya pemimpin gemoi," sindir warganet.
"Ini negara hadir untuk menteri apa untuk rakyat sih? Bingung," celetuk warganet.
"Kita mah apa, rakyat jelata," sahut warganet dengan emoji menangis.
"Yang fakta aja deh, kampung bayam tuh perumahan aja gak boleh dihuniin, malah pada diusir padahal haknya warga kampung bayam, dan sekarang malah talang menalang kocak emang," komentar warganet.
"Di luar nurul banget emang," aku warganet.
Berita Terkait
-
Iuran Tapera 3%, Jokowi: Berat atau Nggak Berat
-
Dear Mahasiswa, Jangan Senang Dulu UKT Ditunda: Kemenangan Baru Satu Tahap
-
Gaji Karyawan Dipotong Buat Tapera, Soleh Solihun Sebut Nabung 1 Abad Baru Bisa Beli Rumah
-
Bisa Buat KPR, 5 Manfaat Iuran Tapera yang Potong Gaji Karyawan
-
Gaji UMR Dipotong Iuran Tapera Bikin Netizen Menjerit: Oh Indahnya Negeriku!
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci