Kelompok 17 ada di posisi paling depan yang diberi tugas menjadi pemandu dan pengiring pasukan.
• Kelompok 8
Posisi kelompok 8 berada di posisi belakang kelompok 17. Kelompok 8 mempunyai tugas sebagai pasukan inti dan pembawa serta mengibarkan bendera pusaka.
• Kelompok 45
Kelompok 45 ada di posisi paling belakang yang bertugas sebagai pengawal atau pengaman kehormatan dengan fungsi simbolis.
Menurut rencana awalnya dalam pembentukan anggota Paskibraka kelompok 45 (pengawal), dipilih dari para mahasiswa AKABRI (Angkatan Muda ABRI), namun rencana ini tidak bisa dijalankan. Kemudian, alternatif lain yang diusulkan melibatkan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, KKO, dan Brimob), tetapi juga tidak terlaksana dengan lancar. Hingga akhirnya pasukan 45 tetap berasal dari pemuda pemudi daerah yang terpilih.
Manfaat Menjadi Paskibraka
Terdapat berbagai manfaat yang didapatkan oleh siswa SMA/ sederajat yang terpilih menjadi Paskibraka atau kader bangsa Indonesia. Melansir dari laman resmi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi, berikut ini adalah manfaat dari Paskibraka.
- Membentuk sikap disiplin, para peserta Paskibraka bisa mendapatkan pembinaan tentang kedisiplinan selama masa karantina.
- Mengajarkan tentang manajemen waktu, dengan adanya berbagai jadwal kegiatan yang padat bisa melatih anggota Paskibraka dalam manajemen waktu yang lebih baik.
- Mengembangkan kemampuan kerja sama tim.
- Menanamkan rasa syukur, terpilih menjadi anggota Paskibraka dari ribuan orang yang mendaftar seharusnya dapat menumbuhkan rasa syukur, apalagi kesempatan untuk mengibarkan bendera pusaka menjadi hal yang patut dibanggakan.
- Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Demikian sejarah Paskibraka, pengertian, susunan formasi hingga manfaatnya. Semoga anggota Paskibraka yang terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan lancar.
Baca Juga: Tak Tahu Ada Pelepasan Jilbab Paskibraka, Pihak Istana: Pas Datang Pengukuhan Di IKN Sudah Begitu
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur
-
Review Frankenstein: Kisah Tragis dan Ambisi Manusia yang Melawan Kematian
-
Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kasus Keracunan MBG Disorot, Guru Besar UGM Sebut SPPG Dibebani Produksi Berlebihan
-
IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat
-
Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!
-
Dukung Petani Blora, Bulog Tingkatkan Kolaborasi demi Menjamin Penyerapan Tebu