Suara.com - Adab Gibran Rakabuming saat akan melaksanakan salat Jumat baru-baru ini menuai perdebatan. Dalam video yang dibagikan akun TikTok @suhud262626, terlihat para paspampres 'menggusur' jemaah lain agar sang wapres bisa berada di saf depan.
Saat itu tampak, paspampres sibuk meminta beberapa pria yang sedang duduk mendengarkan adzan untuk pindah ke tempat lain dan mengosongkan saf depan untuk Gibran Rakabuming.
"Ini gimana konsepnya orang yang datang belakangan menggusur jama'ah yang udah datang duluan ke masjid...?," tulis akun X @ferizandra yang kembali membagikan video tersebut seperti Suara.com kutip Selasa (17/12/2024).
Hal ini pun lantas mendapatkan banyak tanggapan, baik pro dan kontra di kolom komentar. Tak sedikit yang memepertanyakan adab Gibran Rakabuning. Bahkan membandingkannya dengan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan.
Dalam potret yang dibagikan @HerinoorCh, tampak Presiden Turki itu tak mendapatkan perlakuan khusus saat akan melaksanakan salat. Ia bahkan terlihat cuek melakukan salat sunnah di saf belakang yang dikerubungi oleh jemaah lainnya.
"Jum'at, 18 Oktober 2019, Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan shalat sunnah di shaf belakang. Para pengawalnya jg tidak menyediakan tempat di shaf pertama," tulis akun tersebut.
Tentu saja perbandingan ini menyita perhatian netizen hingga tak sedikit yang ikut berkomentar tentang dua pemandangan berbeda tersebut.
"Presiden Turki ga ada apa2nya ma wapres ganteng Nan cerdas n sikapnya seperti sahabat nabi itu. Si wonderboy yg punya paman org penting n bapaknya mantan penguasa alam semesta calon sekjen PBB," ungkap @xyz****.
"Dia paham hukum/aturan mengambil shaf org lain itu ga boleh. Kemungkinan pure untuk sholat. Nah untuk mas Gibran ini mengambil shaf org lain demi keamanan dirinya? Bukankah shaf di Belakang juga bisa buat penjagaan?," tambah @pas****.
Baca Juga: Berapa Gaji Paspampres? Viral Usir Jemaah Demi Gibran Salat Jumat di Saf Depan
"Erdogan loh itu, banyak disegani. Rakyatnya juga ga gila gila salaman dan selfie sama presiden," tulis @peo****.
"Nah bedanya, klo yg di video sebelum nya mereka bernama makhluk arogan," ucap @sto***.
Pandangan Buya Yahya
Dalam kolom komentar, salah satu warganet kemudian membagikan cuplikan video ceramah dari Buya Yahya, seorang ulama yang dikenal juga sebagai pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon.
Menurut Buya Yahya, sikap untuk mendahulukan pejabat agar mengisi saf di masjid adalah haram.
"Kalau geser orang, minggir sana, itu haram. Misal ada orang duduk, gara-gara datang pejabat, lalu diusir, itu haram. Mengusirnya itu yang haram, tidak diperkenankan, karena semua punya hak untuk mendekatkan diri kepada Allah," ucap Buya Yahya dalam video yang diunggah oleh akun X @Nuraniakalsehat.
Kecuali, kata dia, saf di depan tersebut sudah 'dipesan' dan dipersiapkan untuk para pejabat yang datang belakang. Sehingga saf tidak ditempati oleh jemaah lainnya. Namun jika mengusir, ia menegaskan hal tersebut hukumnnya haram.
Hal ini juga disampaikan dalam sebuah hadist. Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
"Tidak boleh seseorang meminta berdiri orang lain dari majelisnya lalu ia duduk di tempat tersebut." (HR. Bukhari no. 6269 dan Muslim no. 2177).
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi