Suara.com - Apakah orang yang berkurban boleh ikut makan daging hewan kurban sendiri? Pertanyaan tersebut kerap muncul saat Idul Adha karena masih banyak diperdebatkan.
Di beberapa wilayah, orang yang berkurban justru diberikan bagian khusus seperti satu paha, sementara di tempat lain malah dilarang menyentuh daging kurbannya sendiri.
Perbedaan ini sering menimbulkan kebingungan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melaksanakan ibadah kurban.
Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang hal ini? Berikut adalah ulasan lengkap tentang hukum memakan daging hewan kurban sendiri seperti disadur dari situs resmi Kemenag dan sumber lainnya.
Makna Ibadah Kurban
Dalam Islam, ibadah kurban dalam memiliki makna yang sangat dalam dan luas. Simak penjabarannya berikut ini:
1. Bentuk Ketakwaan kepada Allah SWT
Ibadah kurban merupakan wujud kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Hal ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail AS.
Meski sangat berat, beliau menjalankan perintah tersebut dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan. Kisah ini menjadi simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepasrahan kepada kehendak Allah, yang menjadi esensi utama dari ibadah kurban.
2. Simbol Pengorbanan dan Penyucian Diri
Baca Juga: 7 Perbedaan Mendasar Kurban dan Aqiqah yang Wajib Diketahui Umat Muslim!
Kurban juga bermakna sebagai simbol pengorbanan hawa nafsu dan kepentingan duniawi. Dengan menyembelih hewan kurban, seorang Muslim sejatinya sedang melepaskan keterikatan pada hal-hal duniawi demi menggapai ridha Allah SWT.
3. Wujud Kepedulian terhadap Sesama
Ibadah kurban juga memiliki makna sosial yang sangat kuat. Dengan menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan, umat Islam belajar untuk berbagi rezeki, membangun solidaritas, dan menciptakan rasa keadilan sosial.
Ibadah ini menumbuhkan empati dan kebersamaan, terutama terhadap mereka yang jarang menikmati makanan bergizi seperti daging.
4. Mempererat Tali Silaturahmi
Penyelenggaraan kurban yang dilakukan bersama-sama di masjid, mushola, atau lingkungan sekitar juga menjadi momen syiar Islam dan mempererat tali persaudaraan.
Berita Terkait
-
7 Perbedaan Mendasar Kurban dan Aqiqah yang Wajib Diketahui Umat Muslim!
-
Puasa Arafah 2025: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya
-
Mayoritas Ulama Bersuara, Ini Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Wafat
-
Selain Sate, 3 Hidangan Ini Bisa Dijadikan Sajian Saat Perayaan Idul Adha
-
Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Sah atau Tidak?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas