Suara.com - Percaya tidak percaya, fenomena keberadaan makhluk halus berupa tuyul kerap menjadi jawaban atas alasan dari hilangnya uang secara misterius. Namun anehnya, banyak yang percaya tuyul tidak bisa mencuri uang di ATM dan bank.
Selama ini, tak sedikit masyarakat di Tanah Air masih percaya bahwa tuyul menjadi penyebab kehilangan uang yang disimpan di rumah. Pasalnya, kehilangan uang yang disimpan secara rapi di rumah sering kali terjadi tanpa adanya jejak-jejak pencurian sehingga membuat tuyul sebagai biang kerok.
Bahkan baru-baru ini, sebuah masjid di Carat, Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Klaten pada awal Mei 2025 membuat pengumuman agar para warga yang memelihara tuyul segera bertobat.
Pengumuman tersebut diduga sebagai respon warga sekitar yang mencurigai bahwa beberapa kasus uang hilang adalah ulah para tuyul dan pemiliknya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, mohon maaf bapak dan ibu, saudara-saudara, siapapun yang memelihara tuyul tolong segera bertobat. Uang yang diambil oleh tuyul-tuyul bapak, ibu, dan saudara sekalian adalah milik tetangga Anda," bunyi pengumuman dari toa masjid di Klaten tersebut yang viral di media sosial.
Fenomena pengumuman tersebut menjadi pertanda bahwa masyarakat hingga kini masih percaya akan keberadaan tuyul.
Namun siapa sangka, tuyul diyakini punya satu kelemahan yakni mereka tak bisa mencuri uang yang ada di dalam mesin ATM dan yang disimpan di bank.
Masyarakat sontak berbondong-bondong untuk menyimpan uang mereka di bank agar tak dicuri oleh tuyul.
Lantas, apakah ada penjelasan terkait mengapa tuyul enggan mengambil uang yang tersimpan di ATM dan bank?
Baca Juga: 4 Cara Take Over Kredit Mobil dari Leasing ke Bank, Mudah dan Gak Ribet
Berikut jawaban dari para ahli mistisisme dan paranormal.
Furi Harun: Tuyul punya segudang keterbatasan
Furi Harun dalam kontennya yang dikutip pada Senin (26/5/2025) menjelaskan terkait watak dari para tuyul yang ternyata dipenuhi dengan keterbatasan.
Keterbatasan tersebut membuat tuyul tak mampu untuk mencuri uang yang ada di bank maupun di mesin ATM.
Sosok paranormal perempuan tersebut menjelaskan bahwa tuyul tak mampu membaca maupun menghitung. Mereka hanya bisa mengenal uang fisik yang disimpan secara langsung di berbagai tempat di rumah.
Para tuyul tak bisa membaca, sehingga tak bisa mengoperasikan mesin ATM maupun membuka brankas di bank.
Furi juga meyakini bahwa para pihak pengelola bank telah memasang berbagai penangkal agar tuyul enggan mencuri uang.
Asal mula tuyul jadi biang kerok kehilangan uang
Terlepas dari segala keterbatasan yang dimiliki oleh para tuyul, masyarakat mempercayai bahwa sosok makhluk halus tersebut menjadi penyebab hilangnya uang secara misterius.
Asal muasal tuyul ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang jauh dari unsur klenik.
Tuyul dipercayai sebagai makhluk halus yang sengaja dimunculkan oleh masyarakat untuk menuduh beberapa oknum pedagang dan pebisnis melakukan praktik kotor dengan bersekutu bersama setan.
Tepatnya pada masa penjajahan Hindia Belanda, pihak pemerintah kolonial menerapkan tanam paksa.
Sebagaimana yang tercatat dalam Dari Soal Priayi sampai Nyi Blorong (2002), petani pada masa itu mengalami nasib yang nelangsa dan mereka hidup dengan harta yang sangat minim.
Lalu di satu sisi, para pedagang serta saudagar tiba-tiba memperoleh kekayaan yang melimpah ruah.
Para petani sontak menuduh bahwa pedagang dan pebisnis tersebut bersekutu dengan setan untuk mencuri uang-uang masyarakat.
Akhirnya, masyarakat menciptakan konsep sebuah makhluk halus yang diyakini sengaja dipelihara oleh para saudagar untuk mencuri uang para warga.
Para saudagar tersebut akhirnya memperoleh cap dan stigma negatif bahwa mereka memleihara tuyul.
Penelitian dari An Excursion to Java's Get Rich Quick Tree (2009) menilai bahwa di balik tuduhan tersebut, keadaan nelangsa yang dialami oleh para petani dan nasib mujur para pedagang adalah hasil dari perubahan kebijakan oleh pemerintah kolonial dan bukan karena makhluk halus.
Buku tersebut lebih lanjut menjelaskan keberadaan tuyul digunakan untuk melindungi para pemerintah kolonial dari tudingan sebagai penyebab kesengsaraan warga.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
4 Cara Take Over Kredit Mobil dari Leasing ke Bank, Mudah dan Gak Ribet
-
Promo ERHA Persembahan dari BRI, Waktunya Tampil Cantik dengan Diskon Menarik!
-
Bank Indonesia Siapkan Strategi Bawa Nilai Tukar Rupiah ke Kisaran Rp 15.000
-
Kembali Torehkan Prestasi Global, BRI Raih 3 Penghargaan Prestisius dari The Asset
-
Sabet Tiga Penghargaan Internasional, BRI Buktikan Keunggulan Layanan Keuangan UMKM dan Korporasi
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Menemukan Diri di Tengah Hutan: Mengapa Ubud Populer Jadi Tempat Healing