- Halim Kalla ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTU 1 Kalimantan Barat.
- Adik Jusuf Kalla ini pernah tercatat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.
- Semasa menjabat sebagai anggota dewan, terungkap berapa total harta kekayaan Halim Kalla dalam LHKPN.
Suara.com - Adik Jusuf Kalla, Halim Kalla, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTU 1 Kalimantan Barat di Kabupaten Mempawah.
Selain Halim Kalla, tiga tersangka lainnya juga telah ditetapkan, yaitu eks Direktur Utama PLN periode 2008–2009, Fahmi Mochtar, serta dua pihak swasta berinisial RR dan HYL.
Menurut penuturan Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol. Cahyono Wibowo, proyek PLTU 1 Kalimantan Barat sendiri hingga kini masih dalam kondisi mangkrak.
Hal tersebut dampak dari praktik korupsi yang terjadi selama rentang waktu 2008-2018, yang menyebabkan proses pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Negara diperkirakan mengalami kerugian besar, yakni mencapai 64.410.523 dolar AS dan Rp323.199.898.518, atau sekitar Rp1,3 triliun jika dikonversi ke nilai saat ini.
Sebagai langkah lanjutan, Polri telah mengajukan permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap Halim Kalla, guna memastikan kelancaran proses hukum yang tengah berjalan.
Kekayaan Halim Kalla di LHKPN
Halim Kalla pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014. Pada masa itu, publik sempat mengetahui jumlah kekayaan yang dimilikinya melalui LHKPN.
Dalam LHKPN yang dilaporkan Halim Kalla pada tahun 2010, tercatat bahwa adik Jusuf Kalla ini memiliki total kekayaan senilai Rp31.959.820.000.
Berikut adalah data harta kekayaan milik Halim Kalla, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi PLTU 1 Kalimantan Barat.
Baca Juga: Jusuf Kalla Berapa Bersaudara? Adiknya Halim Kalla Jadi Tersangka Korupsi PLTU
A. Harta Tidak Bergerak (Tanah dan Bangunan) Rp19.006.820.000
1. Tanah & Bangunan seluas 824 m2 & 346 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2005, NJOP Rp1.285.791.000
2. Tanah & Bangunan seluas 987 m2 & 592 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2007, NJOP Rp4.823.360.000
3. Tanah & Bangunan seluas 1.064 m2 & 616 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2007, NJOP Rp5.256.910.000
4. Tanah & Bangunan seluas 2.036 m2 & 1.577 m2, ddi Kota Palu, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan dari tahun 1996 sampai dengan 2002, NJOP Rp2.583.100.000
5. Tanah & Bangunan seluas 160 m2 & 358 m2,di Kota Jakarta Selatan, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2004, NJOP Rp3.245.700.000
6. Tanah & Bangunan seluas 38 m2 & 72 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun -, NJOP Rp151.836.000
7. Tanah & Bangunan seluas 105 m2 & 152 m2, di Kota Makassar, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2008, NJOP Rp272.270.000
8. Tanah & Bangunan seluas 81 m2 & 220 m2, di Kota Jakarta Selatan, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan tahun 2008, NJOP Rp816.269.000
9. Tanah & Bangunan seluas 1.139 m2 & 621 m2, di Kota Pare-Pare, yang berasal dari Hasil Sendiri, perolehan dari tahun 1990 sampai dengan 1995 NJOP Rp571.584.000
B. Harta Bergerak
a. Alat Transportasi dan Mesin Lainnya Rp925.000.000
1. Mobil merk Toyota Estima, tahun pembuatan 2008, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2008 nilai jual Rp400.000.000
3. Mobil merk Ford Ranger, tahun pembuatan 2007, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2007 nilai jual Rp175.000.000
3. Mobil merk VW Golf, tahun pembuatan 2006, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2006 nilai jual Rp350.000.000
b. Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan, dan Usaha Lainnya -
c. Harta Bergerak Lainnya -
C. Surat Berharga Rp11.980.000.000
D. Giro dan Setara Kas Lainnya Rp48.000.000
E. Piutang -
Untuk saat ini, data kekayaan terbaru Halim Kalla tidak diketahui publik. Pasalnya, ia tidak lagi menjabat sebagai pejabat negara, sehingga tidak lagi diwajibkan untuk melaporkan hartanya melalui LHKPN.
Sebagai informasi, Halim Kalla lahir di Ujung Pandang pada 1 Oktober 1957. Ia bukan nama baru di dunia bisnis dan politik Indonesia.
Halim Kalla dikenal sebagai pengusaha tangguh yang bisnisnya mampu bertahan dari hantaman krisis moneter 1998.
Di luar parlemen, ia tercatat sebagai Direktur Utama Intim Wira Energi dan Direktur PT BRN, perusahaan yang kini terseret dalam kasus korupsi PLTU.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
Terkini
-
3 Produk Makarizo untuk Menghitamkan Rambut Beruban dan Kembalikan Warna Alami
-
5 Penyebab Rambut Beruban selain karena Faktor Usia, Sudah Tahu?
-
5 Rekomendasi Conditioner Rambut Terbaik untuk Lansia, Bisa Dibeli di Indomaret
-
Terpopuler: Arti Mens Rea yang Bikin Panas Dingin hingga Istri Dilarang Jadi IRT Dalam Hukum Islam
-
Cara Mandi Junub yang Benar untuk Pria, Lengkap dengan Niatnya
-
4 Skincare Anti Aging GEUT Milik Dokter Tompi, Berapa Harganya?
-
5 Shio Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya dan Sukses Besar di Tahun Kuda Api 2026
-
Hoki! Ini 5 Zodiak yang Bakal Kaya Raya sebelum Akhir Tahun 2026
-
5 Rekomendasi Mudik Gratis Lebaran 2026: Bisa Bareng Indomaret, Bagaimana Caranya?
-
5 Alat Kesehatan untuk Cek Gula Darah dan Kolesterol di Rumah, Mulai dari Rp100 Ribuan