-
Transformasi digital membuat layanan logistik di Indonesia semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern.
-
Inovasi teknologi, dukungan bagi pelaku UMKM, serta perhatian terhadap keberlanjutan menjadi kunci pertumbuhan industri ini.
-
Dari pengiriman cepat hingga inisiatif ramah lingkungan, sektor logistik kini berperan penting dalam mendorong ekonomi digital dan perubahan positif di masyarakat.
Selain itu, ada juga Transportation Management System (TMS)—teknologi pintar yang mengatur rute perjalanan kurir agar lebih efisien. Kalau biasanya satu kurir butuh waktu 5 jam buat antar 100 paket, dengan sistem ini waktu bisa dipangkas jadi hanya 3 jam. Hasilnya, paket sampai lebih cepat dan pelanggan pun lebih puas.
Tak kalah menarik, setiap kurir juga sudah dibekali handheld device berbasis GPS, sehingga setiap status pengiriman bisa langsung di-update secara real-time. Jadi kalau kamu tracking paket di aplikasi, informasi yang muncul benar-benar up to date, bukan “masih di-pick up” padahal paketnya udah jalan.
Berambisi menjadi 100% milik lokal, bukan berarti enggan membangun jarngan global. Lewat TIKI International Service (INT), siapa pun kini bisa melakukan pengiriman internasional yang aman, cepat, dan terjangkau, dengan tarif mulai dari Rp100 ribu saja.
Ramah Lingkungan dan Peduli Sosial
Selain sibuk berinovasi di bidang teknologi, perusahaan yang awalnya memulai bisnisnya di Pangkalpinang dan
Semarang ini juga punya perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan. Plastik kemasan mereka kini dibuat dari bahan oxo-biodegradable, yang bisa terurai lebih cepat dibanding plastik biasa.
Tak hanya itu, TIKI juga mendukung pengurangan emisi karbon lewat uji emisi rutin untuk kendaraan operasional, serta penggunaan motor listrik untuk kurir di beberapa wilayah Jakarta. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan sistem logistik yang lebih hijau dan efisien.
Dari beragam inovasi ini, terlihat bahwa kombinasi antara teknologi canggih, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong, ternyata berhasil membuat perusahaan yang sudah berusia 55 tahun ini tetap relevan di tengah generasi muda yang serba digital.
Dari kirim paket, bantu UMKM, sampai jaga bumi, perusahaan logistik ini menunjukkan bahwa mereka bukan cuma soal mengantarkan barang, tapi juga menghadirkan perubahan positif untuk Indonesia.
Baca Juga: Bukan Cuma Iklan: 5 Bos Media Bongkar 'Revenue Stream' Ajaib di Era AI
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit