- Banyak orang percaya bahwa tidur malam yang ideal adalah delapan jam.
- Menurut Sleep Coach Vishal Dashan, anggapan tidur ideal delapan jam tidak sepenuhnya tepat.
- Lantas, berapa durasi tidur malam yang paling tepat?
Suara.com - Banyak orang percaya bahwa tidur malam yang ideal adalah delapan jam. Namun, menurut Sleep Coach Vishal Dashan, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat.
Dashan menjelaskan bahwa anggapan tersebut bisa membuat sebagian orang merasa terbebani. Faktanya, kebutuhan tidur tiap individu berbeda-beda, sehingga tidak ada patokan tunggal.
"Tidak. Ini sebuah statement yang banyak beredar dan ini bisa cukup meresahkan untuk sebagian orang," ujar Dashan dikutip dari konten YouTube Gritte Agatha pada Jumat, 14 November 2025.
Dashan menjelaskan, kebutuhan tidur setiap orang berbeda, layaknya baterai smartphone yang masing-masing memiliki kapasitas dan waktu pengisian berbeda.
"Yes, untuk sebagian orang mereka perlu 8 jam, tetapi tidak semua orang perlu 8 jam. Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda," jelas Dashan.
"Sama kayak penggunaan smartphone, baterainya beda-beda, lama charging-nya juga akan berbeda-beda. Tubuh kita kurang lebih sama," sambungnya.
Dijelaskan apabila tidak ada ukuran tidur yang sama untuk semua orang. Pasalnya, sebagian cukup 7 jam, sebagian lain butuh 9 jam untuk merasa segar.
Sementara itu, menurut penuturan Dashan, tidur di bawah enam jam per malam hanya cocok untuk segelintir orang, kurang dari 1% populasi.
Mayoritas orang membutuhkan waktu tidur lebih lama agar tubuh dan pikiran dapat berfungsi secara optimal. Tidur selama 6 jam adalah batas minimum yang aman.
Baca Juga: Anti Bingung, Ini Tips Membuka Presentasi PPT di PC dan Mac dengan Cepat
"Kalau kita bicara dari 4 jam, hanya segelintir orang. Hanya kurang dari 1% populasi yang bisa berfungsi secara optimal dengan tidur di bawah 6 jam dan minimalnya yang disarankan oleh orang dewasa, minimalnya itu 6 jam," jelas Dashan.
Lebih lanjut, untuk mengetahui durasi tidur ideal, Dashan menyarankan metode sederhana namun efektif, terutama saat memiliki waktu bebas seperti liburan.
"Sebetulnya untuk mendapatkan durasi kebutuhan kita, kita perlu waktu idealnya waktu berlibur. Kenapa berlibur? Karena tidak ada tuntutan pekerjaan, tidak dikejar-kejar deadline, pagi enggak perlu cepat-cepat ke kantor," terang Dashan.
"Jadi kita punya kebebasan mengatur aktivitas kita. Selama 1 minggu kita dengarkan sinyal tubuh. Kita ngantuk jam berapa, tidur jam berapa, bangun secara natural tanpa alarm jam berapa. Lakukan selama 7 hari, cari angka rata-ratanya, kurang lebih itu durasi yang kita butuhkan untuk tidur," sambungnya.
Selain durasi tidur, menjaga konsistensi jam tidur dan bangun juga memengaruhi kualitas tidur.
Tubuh merespons pola tidur yang teratur, sehingga jika jam tidur berubah-ubah setiap hari, kualitas tidur bisa menurun dan membuat kita lebih mudah lelah.
"Selama kita, let say tidurnya jam 2, bangun jam 8 atau 9. Tidurnya mudah, saat kita bangun feel fresh, dan jadwal ini kita konsisten," beber Dashan.
"Itu akan lebih bagus daripada setiap hari jadwalnya berubah-berubah terus. Semakin konsisten jadwal bangun dan tidur kita, semakin mudah proses tidur, semakin tinggi kualitas tidur," tandasnya.
Berita Terkait
-
Anti Bingung, Ini Tips Membuka Presentasi PPT di PC dan Mac dengan Cepat
-
7 Tips Renovasi Rumah dengan Budget Terbatas, Strategi Cerdas untuk Hasil Maksimal
-
Tips dan Cara Memulai Investasi Reksa Dana dari Nol, Aman untuk Pemula!
-
9 Tips Makeup Tahan Keringat agar Wajah Tetap Segar Sepanjang Hari
-
15 Tips agar Aroma Parfum Tahan Lama di Kulit, Wangi Sepanjang Hari
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Perempuan UMKM Harus Berani Naik Kelas, Belajar Branding hingga Strategi Bisnis
-
Cara Mencari Diagonal Belah Ketupat Jika Diketahui Luasnya
-
Cara Mencari Alas Segitiga: Lengkap dengan Rumus dan Contoh Soalnya