- Wisman Jan-Nov 2025 tembus 13,99 juta, rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir.
- Kunjungan wisman tumbuh 10,43%, Malaysia dan Australia jadi penyumbang terbesar.
- Bandara Ngurah Rai Bali tetap jadi pintu masuk utama wisman di tengah fluktuasi bulanan.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan performa impresif sektor pariwisata nasional. Di tengah isu yang menyebutkan Bali mulai sepi pengunjung, data resmi justru menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang mencapai level tertinggi sejak enam tahun terakhir.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga November 2025, Indonesia telah menerima 13,99 juta kunjungan wisman. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 10,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Capaian kunjungan wisman Januari-November 2025 ini merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir," tegas Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (5/1/2026).
Meski secara kumulatif melonjak, BPS mencatat adanya perlambatan secara bulanan pada November 2025. Total kunjungan (pintu utama dan perbatasan) pada November tercatat sekitar 1,2 juta kunjungan, turun 11,12 persen dibandingkan Oktober 2025. Namun, jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year), angka November masih tumbuh positif di level 9,79 persen.
Struktur asal wisatawan mancanegara pada periode ini masih didominasi oleh tiga negara utama Malaysia 17,4 persen, Australia 13,5 persen dan Singapura 10,5 persen
Menanggapi narasi penurunan popularitas Bali, Pudji menjelaskan bahwa Bandar Udara Ngurah Rai tetap menjadi pintu masuk utama dengan volume kunjungan terbanyak. Wisatawan asal Australia menjadi penyumbang dominan di pintu masuk ini.
Adapun penurunan bulanan di bandara tersebut pada November dipicu oleh berkurangnya kedatangan pelancong dari Australia, India, dan Tiongkok. Sebaliknya, kunjungan dari Singapura justru menunjukkan tren peningkatan pada periode yang sama.
Pencapaian ini mempertegas bahwa proses pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata Indonesia masih berada di jalur yang kuat (on track), meskipun terdapat dinamika fluktuasi bulanan yang dipengaruhi oleh musiman dan asal negara wisatawan.
Baca Juga: Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS
-
Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya
-
Kabar Terkini PNM Diambil Alih Negara, Danantara Jadi Penentu
-
Kapan Dividen BMRI Cair? Ini Bocorannya
-
Panduan Lengkap Penukaran Uang Baru di BRI, BCA dan BNI
-
Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!
-
Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen
-
Lalamove Tebar BHR dan Jaminan Sosial buat Mitra Driver
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta