Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:45 WIB
penyebab henti jantung. Lula Lahfah/ist

Berikut beberapa langkah awal untuk menghindari penyakit mematikan yang satu ini.

  • Deteksi Dini melalui Medical Check-Up

Jangan menunggu sakit untuk pergi ke dokter. Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) secara berkala dapat membantu mendeteksi adanya gangguan irama jantung atau tanda-tanda penebalan otot jantung yang mungkin tidak dapat dirasakan.

  • Mengelola Faktor Risiko

Kesehatan jantung sangat bergantung pada apa yang orang konsumsi dan bagaimana mereka bergerak.

Mengontrol tekanan darah tinggi, menjaga kadar kolesterol tetap stabil, dan menjauhi rokok adalah fondasi utama.

Merujuk pada riset dalam The Lancet, pengendalian faktor risiko metabolik secara signifikan menurunkan probabilitas terjadinya kejadian jantung koroner yang menjadi pintu masuk henti jantung.

  • Mengenali Batas Kemampuan Tubuh

Berolahraga itu baik, namun mendengarkan sinyal tubuh jauh lebih penting.

Jika seseorang merasa nyeri dada, detak jantung yang terasa "meloncat-loncat", atau pusing yang hebat saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan dengan ahli medis.

  • Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Karena henti jantung bisa terjadi di mana saja, masyarakat luas diharapkan memiliki kemampuan dasar melakukan CPR (RJP) dan mengetahui cara menggunakan AED (Automated External Defibrillator) yang kini banyak tersedia di tempat umum.

Kematian Lula Lahfah menjadi duka sekaligus pengingat bagi muda dan mudi semua bahwa usia muda bukan jaminan seseorang kebal terhadap gangguan jantung.

Baca Juga: Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Adapun dengan memahami bahwa jantung memerlukan perawatan yang konsisten, generasi muda tidak hanya memperpanjang usia, tetapi juga menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.

Kontributor : Armand Ilham

Load More