- Kepala Instalasi Gizi RSA UGM menyatakan puasa berpotensi menurunkan berat badan jika disertai kontrol kalori dan penurunan volume asupan.
- Kenaikan berat badan dapat terjadi akibat konsumsi menu sahur dan berbuka dengan kepadatan kalori tinggi seperti lemak dan gula.
- Pengaturan pola tidur cukup dan menjaga aktivitas fisik ringan tetap penting untuk mengontrol hormon lapar dan energi selama Ramadan.
Suara.com - Bulan Ramadan kerap dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki pola hidup, termasuk mengendalikan berat badan dan pengaturan makan.
Namun, perubahan pola makan selama puasa juga dapat memicu kenaikan berat badan. Hal itu disampaikan Kepala Instalasi Gizi RSA Universitas Gadjah Mada (UGM), Pratiwi Dinia Sari, terutama jika pemilihan menu dan jumlah kalori tidak terkontrol.
Ia menuturkan pengaturan asupan energi tetap menjadi faktor penentu agar puasa berdampak positif bagi kesehatan. Dipaparkan Dini, secara ilmiah puasa berpotensi membantu penurunan berat badan.
Pembatasan waktu makan idealnya diikuti dengan penurunan volume dan kalori asupan harian. Ketika asupan energi berkurang, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan.
Adaptasi ini dapat memengaruhi berat badan apabila dijalankan secara konsisten dan terkontrol.
"Dengan terbatasnya waktu yang tersedia untuk makan atau minum maka mestinya volume dan kalori asupan makanan juga mengalami penurunan, sehingga dapat berefek pada penurunan berat badan," kata Dini, Minggu (22/2/2026).
Menurut Dini, puasa dapat memicu perubahan hormonal yang berperan dalam pengaturan rasa lapar dan kenyang. Beberapa penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap hormon leptin dan ghrelin.
Kedua hormon tersebut berkaitan dengan sinyal lapar serta kontrol nafsu makan. Jika dibarengi pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan, kondisi ini dapat mendukung pengelolaan berat badan.
"Puasa bisa mempengaruhi nafsu makan menjadi lebih terkontrol, yang dapat membantu menurunkan berat badan jika dibarengi dengan pola makan sehat dan olahraga ringan," ucapnya.
Baca Juga: Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
Meski frekuensi makan berkurang, total kalori harian belum tentu lebih rendah. Ia mengingatkan, banyak menu berbuka memiliki densitas kalori tinggi dalam porsi kecil.
Jika pilihan makanan saat sahur dan berbuka didominasi menu tinggi kalori, surplus energi tetap bisa terjadi.
"Apabila pemilihan menu makanan saat sahur dan berbuka lebih banyak makanan dengan densitas kalori tinggi, maka walaupun frekuensi atau porsi makan lebih sedikit bisa jadi tetap terjadi kelebihan asupan kalori sehingga yang terjadi justru kenaikan berat badan," ungkapnya.
Ia memberi contoh makanan tinggi lemak dan gula yang sering hadir sebagai takjil. Satu potong pisang goreng seberat 50 gram mengandung sekitar 130 kilokalori, mendekati kandungan kalori 500 gram pepaya.
Satu sendok makan gula pasir setara kurang lebih 50 kilokalori. Minuman manis seperti es buah atau sup buah kerap mengandung tambahan sirup dan kental manis yang meningkatkan asupan gula.
"Apabila makanan tinggi lemak dan tinggi gula tersebut menjadi menu yang dipilih saat sahur dan berbuka tentu akan menambah jumlah asupan kalori sehari, dan apabila dikonsumsi berlebih maka bisa menyebabkan kelebihan asupan kalori," tuturnya.
Berita Terkait
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Ramadan 2026, Taman Softball GBK Jadi Spot Ngabuburit dengan Pilihan Kuliner Beragam
-
Andai Ini Ramadan Terakhirku
-
5 Pasta Gigi Pencegah Bau Mulut Selama Puasa Ramadan yang Ada di Alfamart
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Contoh Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang Menyentuh Hati
-
Kapan Pengumuman Hasil TKA SD dan SMP 2026? Simak Jadwalnya
-
Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
-
Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
-
Cuti Bersama Idul Adha 2026 Kapan? Catat Jadwal Libur dan Peluang Long Weekend
-
Puasa Arafah dan Tarwiyah 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkapnya
-
Niat Puasa Tarwiyah Arab, Latin dan Artinya, Lengkap dengan Keutamaannya
-
3 Zodiak Paling Beruntung Finansial pada 25 Mei 2026, Siap-siap Rezeki Meluber
-
Terpopuler: Cara Cek Penerima Bansos BPNT 2026, Silsilah Lim Xin Rui Menantu Hasto Kristiyanto
-
4 Zodiak Paling Mengerikan dan Horor Ketika Marah, Ada yang Tak Segan Balas Dendam