Suara.com - Kreator konten kondang nan kontroversial Dwi Sasetyaningtyas kini mendapatkan 'batunya' usai melontarkan pernyataan nyelekit tentang status kewarganegaraan dan kekuatan Paspor Republik Indonesia (Paspor RI)
Kontroversi yang dituai oleh Dwi tak lain dan tak bukan karena statusnya sebagai seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang dikelola oleh Kementerian Keuangan RI.
Dwi dinilai bak 'kacang lupa kulitnya' karena mengomentari soal kewarganegaraan yang bagi berbagai orang dinilai tone deaf dan memanfaatkan privilesenya untuk belajar di luar negeri tanpa memberikan kontribusi.
Imbas dari pernyataan 'pedas' Dwi bahkan berujung pada blacklist oleh Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa sebagai respon tegas pemerintah.
Lantas, bagaimana pernyataan yang menyebabkan Dwi kini diterpa angin panas kontroversi?
Bagaimana nasibnya kini setelah mendapat tindakan tegas dari pemerintah?
Awal mula Dwi Sasetyaningtyas koar-koar soal kewarganegaraan
Perempuan yang kini berprofesi sebagai aktivis lingkungan ini sebelumnya mengunggah vlog berisi komentar-komentar pedas terkait kondisi di negara asalnya.
Ia banyak menyinggung soal problematika yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia (WNI), terutama lemahnya paspor di tengah berbagai masalah lainnya.
Baca Juga: Viral Alumni LPDP Tolak Anak WNI, Purbaya: 20 Tahun Lagi Dia Nyesel!
Sontak, Dwi memberikan kalimat pedas dengan berharap agar anaknya tak jadi WNI supaya bisa mendapat privilese yang lebih banyak, termasuk paspor yang kuat.
"Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," seloroh Dwi dalam unggahan yang kini telah dihapus.
Publik kuliti status Dwi sebagai awardee
Kalimat kontroversial yang terlontar dari mulut Dwi Sasetyaningtyas akhirnya memantik warganet untuk berdebat.
Beberapa warganet yang terpantik akhirnya menggali siapa sosok Dwi Sasetyaningtyas sebenarnya.
Usut punya usut, Dwi Sasetyaningtyas adalah awardee atau penerima beasiswa LPDP dan mengambil studi magister (S2) ke Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, dengan jurusan Sustainable Energy Technology.
Pendiri platform Sustaination ini akhirnya dinilai seperti kacang yang lupa kulit oleh warganet karena lalai mengabdi dan berkontribusi kembali usai menyelesaikan studi yang dibayar oleh negara.
Adapun sebagai informasi, Dwi sebagai awardee berkewajiban untuk mengabdi dengan skema selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2N+1) secara berturut-turut.
Dwi sontak turun gunung dan memberikan klarifikasi bahwa ia sudah merampungkan kewajibannya tersebut.
"Secara administratif, saya telah menuntaskan kewajiban pengabdian saya kepada Indonesia selama enam tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023, setelah menyelesaikan studi S2 saya," tegas Dwi dalam pernyataan lanjut.
Minta maaf usai studi suami terancam kembalikan uang LPDP
Dwi kini tak bisa berkelit lebih banyak lantaran tak sedikit pihak yang memberi sanksi tegas.
Menteri Keuangan RI, Purbaya dalam keterangan resminya menyatakan bahwa Dwi dan sang suami akan mendapat blacklist.
"Mereka tidak bisa kerja lagi dengan pemerintah di sini, selama saya di sini atau di blacklist permanen," tegas Menteri Purbaya, Senin (23/2/2026).
Tak berhenti di situ, Arya Iwantoro atau suami Dwi juga terancam harus mengembalikan uang LPDP termasuk bunga.
Itu semua mengarah ke fakta bahwa Arya Irwantoro belum menyelesaikan pengabdiannya.
"Kami (bersama Dirut LPDP) sudah bicara dengan suami terkait dan sepertinya dia sudah setuju untuk mengembalikan uang yang pakai LPDP," lanjut ungkap Purbaya.
“Itu uang dari pajak dan dari sebagian utang yang kita sisihkan buat mengembangkan SDM. Kalau cuma dibuat menghina negara, ya harus dikembalikan," pungkasnya.
Dwi Sasetyaningntas kini mau tidak mau harus mengalah dan meminta maaf.
Ia merilis permintaan maaf terbuka melalui Instagram pribadinya.
"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulis Dwi melalui akun pribadinya.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan
-
Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini
-
Geger Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, DPR Minta Evaluasi Rekrutmen dan Penanaman Nilai Kebangsaan
-
Viral Alumni LPDP Tolak Anak WNI, Purbaya: 20 Tahun Lagi Dia Nyesel!
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan
-
Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Ini Asal Usul Gamis Bini Orang yang Ramai Diburu
-
Apakah Mengupil Bisa Membatalkan Puasa? Hati-hati, Jangan Sampai Melewati Batas Ini
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BNI Jelang Idulfitri, Begini Prosedur dan Tipsnya
-
5 Inspirasi Menu Buka Puasa Simple Ini Dijamin Enak, Bergizi, dan Bikin Perut Nyaman
-
Resep Sambal Kacang Gorengan, Pelengkap Bakwan dan Tahu Isi Kala Buka Puasa
-
Bolehkah Berenang saat Puasa? Begini Penjelasan Hukumnya Menurut Ustaz
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Melati yang Menenangkan dan Menyegarkan