- Menteri Keuangan Purbaya menanggapi viralnya alumni LPDP yang bangga anaknya menjadi WNA Inggris.
- Menkeu Purbaya memprediksi alumni tersebut akan menyesal dalam 20 tahun mendatang karena prospek ekonomi Indonesia.
- Isu ini dipicu alumni LPDP bernama Tyas yang anaknya resmi mendapatkan status Warga Negara Inggris.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut buka suara soal viral unggahan alumni LPDP yang mengaku bangga anaknya mendapatkan status Warga Negara Asing (WNA) Inggris.
Menkeu Purbaya menilai kalau warganet tersebut bakal menyesal setelah mengunggah itu. Ia percaya diri kalau kondisi ekonomi Indonesia akan cerah dalam 20 tahun ke depan.
“Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan Warga Negara Indonesia (WNI). Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget,” ungkapnya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026).
Diketahui isu tersebut berkaitan dengan Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni LPDP yang mengumumkan anaknya menjadi warga Inggris.
Tyas sebelumnya membagikan video haru saat menerima dokumen resmi dari Home Office Inggris.
Dokumen itu menyatakan kedua anaknya sah berstatus British Citizen sesuai ketentuan kelahiran di Inggris.
Dalam narasinya, Tyas menyebut keputusan tersebut diambil demi masa depan anak-anaknya yang dianggap lebih terjamin.
Dia juga menegaskan dirinya tetap menjadi WNI dan merasa cukup hanya dirinya yang memegang paspor Indonesia.
"Dunia terlihat tidak adil, tapi cukup aku saja yang WNI," ujar Tyas, memicu kritik tajam dari warganet.
Baca Juga: Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
Sebagian publik menilai kalimat tersebut terkesan merendahkan kewarganegaraan Indonesia sebagai identitas bangsa.
Status Tyas sebagai alumni LPDP membuat perdebatan semakin sensitif karena beasiswa tersebut dibiayai pajak rakyat.
Berita Terkait
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
-
Momen Menkeu Purbaya Live Bareng Anak saat Sahur, Jawab Pertanyaan Netizen Soal Korupsi hingga MBG
-
Viral Dugaan Kasus Pelecehan dengan Modus Casting Film, Korban di Bawah Umur
-
Apa Arti 2N+1? Istilah yang Muncul dalam Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas LPDP
-
Terpopuler: Arya Iwantoro Anak Siapa hingga Bolehkah Tidak Tarawih Karena Kerja Shift Malam?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya