Bisnis / Makro
Senin, 23 Februari 2026 | 12:06 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya menanggapi viralnya alumni LPDP yang bangga anaknya menjadi WNA Inggris.
  • Menkeu Purbaya memprediksi alumni tersebut akan menyesal dalam 20 tahun mendatang karena prospek ekonomi Indonesia.
  • Isu ini dipicu alumni LPDP bernama Tyas yang anaknya resmi mendapatkan status Warga Negara Inggris.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut buka suara soal viral unggahan alumni LPDP yang mengaku bangga anaknya mendapatkan status Warga Negara Asing (WNA) Inggris.

Menkeu Purbaya menilai kalau warganet tersebut bakal menyesal setelah mengunggah itu. Ia percaya diri kalau kondisi ekonomi Indonesia akan cerah dalam 20 tahun ke depan.

“Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan Warga Negara Indonesia (WNI). Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget,” ungkapnya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Senin (23/2/2026). 

Diketahui isu tersebut berkaitan dengan Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni LPDP yang mengumumkan anaknya menjadi warga Inggris.

Tyas sebelumnya membagikan video haru saat menerima dokumen resmi dari Home Office Inggris.

Dokumen itu menyatakan kedua anaknya sah berstatus British Citizen sesuai ketentuan kelahiran di Inggris.

potret Arya Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas (instagram/sasetyaningtyas)

Dalam narasinya, Tyas menyebut keputusan tersebut diambil demi masa depan anak-anaknya yang dianggap lebih terjamin.

Dia juga menegaskan dirinya tetap menjadi WNI dan merasa cukup hanya dirinya yang memegang paspor Indonesia.

"Dunia terlihat tidak adil, tapi cukup aku saja yang WNI," ujar Tyas, memicu kritik tajam dari warganet.

Baca Juga: Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?

Sebagian publik menilai kalimat tersebut terkesan merendahkan kewarganegaraan Indonesia sebagai identitas bangsa.

Status Tyas sebagai alumni LPDP membuat perdebatan semakin sensitif karena beasiswa tersebut dibiayai pajak rakyat.

Load More