Konferensi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama negara-negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia dan Iran. Dalam kunjungan itu, Megawati berkesempatan bertemu langsung dengan Ayatollah Ali Khamenei.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga memperkuat persahabatan kedua negara yang memiliki latar belakang sejarah sama-sama pernah menghadapi tekanan kekuatan besar dunia.
4. Undangan ke Indonesia untuk Konferensi Ulama dan Peringatan Asia-Afrika
Megawati juga pernah secara langsung mengundang Khamenei untuk berkunjung ke Indonesia. Undangan tersebut terkait dua agenda penting yaitu Konferensi Ulama Islam Internasional di Jakarta pada Februari 2004 dan peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika pada 2005.
Konferensi Ulama Internasional digelar sebagai upaya pemerintah Indonesia bersama Nahdlatul Ulama untuk menunjukkan wajah Islam Indonesia yang damai dan rahmatan lil alamin.
Forum itu dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Islam mengajarkan kedamaian dan menjadi rahmat bagi seluruh alam, sekaligus melawan stigma terorisme yang kerap dilekatkan pada dunia Islam pasca peristiwa global saat itu.
Sementara itu, peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika memiliki makna historis yang kuat. Konferensi 1955 di Bandung merupakan tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.
Meski Khamenei tidak sempat memenuhi undangan tersebut hingga akhir hayatnya, inisiatif itu menunjukkan upaya Megawati menjaga kesinambungan semangat Bandung.
5. Ikatan Historis Indonesia–Iran dalam Narasi Anti-Penjajahan
Baca Juga: Perang Lawan Iran Belum Kelar, Israel Kini Sebut Turki Target Selanjutnya
Dalam surat dukanya, Megawati menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Iran tidak semata dibangun melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui kesamaan nasib sejarah. Kedua bangsa pernah merasakan tekanan dan intervensi kekuatan asing serta memiliki tekad kuat mempertahankan kedaulatan.
Megawati menyebut adanya persaudaraan yang tumbuh dari perjuangan bersama melawan penjajahan dan memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil dan bermartabat. Narasi ini selaras dengan politik luar negeri Indonesia yang sejak era Bung Karno mengedepankan prinsip bebas aktif serta solidaritas antarbangsa berkembang.
Sebagai tokoh politik yang mewarisi gagasan besar Sukarno, Megawati memandang hubungan Indonesia–Iran dalam konteks lebih luas, bukan sekadar hubungan bilateral, melainkan bagian dari perjuangan global untuk keadilan sosial dan kedaulatan bangsa.
Demikian itu fakta hubungan Megawati dengan Ali Khamenei. Surat duka cita yang dikirim Megawati menjadi penanda bahwa relasi historis Indonesia dan Iran masih memiliki dimensi emosional dan ideologis yang kuat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Purbaya Ungkap Tujuan PFII, Tarik Investasi Asing hingga Biayai Sektor Riil
-
John Herdman Pusing Cari Kiper Ketiga Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
-
Bongkar Sikap Presiden, Habiburokhman: Kader Sendiri Ditangkap Pun Pak Prabowo Tak Intervensi
-
Izin Berbelit-belit Masih Hambatan Proyek Migas
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Besar
-
Padahal Miliki Rekening Bank Itu Penting, Tapi 15 Juta Orang Masih Simpan di Bawah Kasur
-
Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?
-
Asian Games 2026: Tim Indonesia Tak Hanya Tinggal di Kampung Atlet, tapi Juga Hotel dan Kapal Pesiar
-
Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri
-
RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 18 Hari