Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:11 WIB
Ilustrasi antrean di SPBU, mengapa BBM langka? (dinkominfo.demakkab.go.id)

Saat ini, ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran sekitar 20 hingga 23 hari. Cadangan tersebut sebenarnya masih dalam kondisi aman, tetapi tetap membuat pasar energi domestik sensitif terhadap gejolak global.

Daftar Daerah di Indonesia yang Terjadi Panic Buying BBM

Kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan BBM terlihat di beberapa daerah di Indonesia. Di wilayah-wilayah ini, terjadi peningkatan pembelian BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Berikut beberapa daerah yang dilaporkan mengalami panic buying:

1. Aceh

Beberapa SPBU di wilayah Aceh dilaporkan mengalami lonjakan pembelian BBM. Banyak warga memilih mengisi tangki kendaraan lebih awal karena khawatir pasokan akan terganggu. Kondisi ini membuat antrean kendaraan terlihat lebih panjang dibandingkan hari-hari biasanya.

2. Medan, Sumatera Utara

Fenomena serupa juga terjadi di Kota Medan. Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU karena warga datang bersamaan untuk membeli BBM. Kekhawatiran terhadap dampak konflik global membuat sebagian masyarakat memilih mengisi bahan bakar hingga penuh.

3. Jember, Jawa Timur

Di Kabupaten Jember, peningkatan pembelian BBM juga sempat terjadi setelah beredarnya informasi mengenai potensi kelangkaan bahan bakar. Banyak warga yang langsung menuju SPBU untuk memastikan kendaraan mereka memiliki cukup bahan bakar.

Meski terjadi kepanikan di sejumlah daerah, pemerintah melalui Pertamina memastikan bahwa stok BBM nasional masih aman dan distribusi tetap berjalan normal.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan energi terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik,” ujar Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, melansir ANTARA (6/3/2026).

Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun BBM, karena tindakan tersebut justru dapat memperparah kondisi di lapangan.

Baca Juga: Tak Diajak Perang, Kim Jong Un Tes Kapal Perusak Nuklir di Tengah Konflik Iran-AS

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More