Suara.com - Mikroplastik kini menjadi ancaman nyata yang kian meluas. Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai penyumbang polusi plastik terbesar ketiga di dunia dengan total 3,4 juta metrik ton per tahun, menurut laporan Ecoton.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penemuan terbarunya mengungkapkan bahwa limbah plastik kini tidak hanya ditemukan di wilayah pesisir, tetapi juga telah menyebar hingga ke dasar laut. Padahal, selama ini laut kerap dianggap sebagai wilayah yang sulit tersentuh oleh polusi.
Jejak Polusi Manusia Mencapai Dasar Samudera
Melalui 11 stasiun pengamatannya yang tersebar di Selat Makassar hingga Selat Lombok, peneliti menemukan sekitar 1,062 partikel mikroplastik dalam setiap 1 persen air laut. Temuan ini menunjukkan bahwa mikroplastik telah menyebar secara luas di perairan Indonesia, dengan lebih dari 90 persen mikroplastik yang ditemukan berbentuk serat atau fiber yang umumnya ditemukan pada limbah tekstil.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), limbah tekstil menyumbang sekitar 2,63 persen dari total sampah nasional. Meskipun persentasenya terlihat kecil, tetapi dampak yang ditimbulkan sangat besar. Fenomena ini juga semakin diperparah oleh praktik fast fashion. Berdasarkan laporan greenmatch.co.uk (8/4/2026), sebanyak 60 persen kain yang digunakan berasal dari nilon dan poliester yang tidak bisa terurai secara alami.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Laut Dalam, BRIN, Corry Yanti Manullang, menyatakan bahwa keberadaan mikroplastik juga disebabkan oleh kegiatan mencuci pakaian. Dimana serat-serat kain yang ada dapat terlepas dan mengalir masuk ke sistem perairan.
“Baju yang kita pakai juga bisa menghasilkan mikroplastik. Saat dicuci, serat-serat kecil dari kain sintetis dapat terlepas dan akhirnya masuk ke sistem perairan,” Ucap Corry.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, pencemaran mikroplastik akan semakin parah dan berpotensi membahayakan ekosistem laut.
Ancaman Nyata Bagi Ekosistem Laut
Baca Juga: Mencari Cukup di Tengah Riuh Kota: Perjalanan Nada Arini Jalani Sustainable Living
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mikroplastik telah mencapai kedalaman hingga 2.450 meter di jalur utama arus lintas Indonesia atau Indonesian Through Flow (ITF). Kawasan ini merupakan bagian penting dari segitiga karang atau coral triangle yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati.
Oleh karena itu, keberadaan mikroplastik tentunya menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut. Bahkan, mikroplastik telah ditemukan dalam tubuh organisme laut, seperti kopepoda. Temuan ini meningkatkan kemungkinan mikroplastik ikut terkonsumsi oleh manusia.
Hasil penelitian tentang mikroplastik ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih sadar betapa pentingnya permasalahan mikroplastik. Dimana tidak hanya merusak laut, tetapi juga berpotensi untuk masuk ke dalam tubuh kita.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Jelaskan Transformasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan
-
KPK Cecar Saksi Soal PBB PT Wanatiara Persada Hingga Aset Tersangka Kasus Pajak Jakarta Utara
-
Buktikan Prediksi PBB, Prabowo Ingatkan Menteri: Pangan, Energi, dan Air Masalah Hidup Mati Bangsa
-
Meski Harga Avtur Naik, Prabowo Umumkan Biaya Haji 2026 Turun Rp2 juta
-
Kepala BGN Ungkap Harga Satu Unit Motor Listrik untuk SPPG Rp42 Juta: Belinya di Bawah Pasaran
-
Jusuf Kalla Minta Perkara Ijazah Jokowi Segera Diselesaikan: Meresahkan Masyarakat dan Buang Waktu
-
Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia
-
Soroti Kebutuhan Talenta Data di Era Digital, Mahasiswa Kampus Ini Raih Tiga Prestasi Nasional
-
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
-
BNI-PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026