- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghormati proses hukum terhadap mantan Kadis LH Asep Kuswanto terkait kasus longsor Bantargebang.
- Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan pendampingan hukum sesuai mekanisme bagi aparatur yang terlibat masalah saat menjalankan tugasnya.
- Pemerintah daerah berencana menerapkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Jakarta.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menanggapi penetapan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asep Kuswanto, sebagai tersangka dalam kasus longsor di TPST Bantargebang.
Rano menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghormati dan mematuhi seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
"Kami biarkan saja. Kami patuh akan hukum dan segala macamnya. Kalau memang itu menjadi satu konsekuensi, ya dijalankan saja. Yang pasti, kami akan mendukung apa yang memang terbaik harus dilakukan," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Politikus sekaligus aktor kawakan ini menyebut bahwa kasus eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta merupakan hasil dari proses panjang yang sudah dipantau sejak lama.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah proaktif dalam memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik terkait kasus tersebut.
"Artinya, ya ini satu konsekuensi yang memang harus dipikul," ungkap Rano.
Lelaki yang akrab disapa Bang Doel itu juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan tetap memberikan pendampingan hukum sesuai dengan mekanisme yang ada.
Pemberian pendampingan hukum dinilai sebagai langkah lazim yang dilakukan oleh instansi pemerintahan terhadap aparatur yang tersangkut masalah hukum saat bertugas.
"Ya ikuti mekanisme hukum. Kami tentu akan memberikan pendampingan hukum. Itu mekanisme kepemerintahan yang biasa dilakukan," jelas Rano.
Baca Juga: Di Gang Sempit, River Ranger Jakarta Ajarkan Prinsip Sustainable Living Tanpa Menggurui
Namun, ia tetap menekankan bahwa peristiwa longsor di TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran berharga bagi jajaran pemerintah di masa mendatang.
Evaluasi menyeluruh mesti dilakukan agar pengelolaan sampah di Jakarta tidak lagi memicu bencana atau persoalan hukum yang serupa.
"Itu harus menjadi pelajaran. Sebetulnya kan kami juga sudah melakukan persiapan untuk terobosan," kata Rano.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta mulai melirik pemanfaatan teknologi baru untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.
Langkah ini diharapkan menjadi terobosan dalam menuntaskan polemik sampah yang telah menghantui ibu kota selama puluhan tahun.
"Insyaallah dengan teknologi yang ada, sekarang ada satu solusi bahwa tenaga listrik bisa dihasilkan dan PLN berhak untuk membeli. Kalau dulu nggak mau beli. Jadi listrik, tapi nggak bisa disalurkan. Nah, sekarang itu. Sebetulnya teknologi lama nih, cuma sekarang baru ketemu sistemnya," pungkas Rano.
Berita Terkait
-
Di Gang Sempit, River Ranger Jakarta Ajarkan Prinsip Sustainable Living Tanpa Menggurui
-
SK DPP Bocor! PKS Bakal Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI
-
Parkir Valet di Mal Jakarta Tembus Rp 250 Ribu, DPRD DKI Minta Aturan Baru Segera!
-
Usulan JIS Jadi Venue Konser BTS Ditolak, Pemprov Serahkan ke Promotor
-
Penguburan Sapu-sapu di Jakarta Dikritik MUI, Ini Kata Gubernur Pramono
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman