- Umat Muslim yang akan berkurban dianjurkan menahan diri tidak memotong kuku dan rambut sejak 1 Dzulhijjah.
- Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hukum praktik ini, mulai dari sunah, makruh, mubah, hingga haram.
- Memotong kuku atau rambut tidak membatalkan ibadah kurban, sehingga pelaksanaannya tetap dianggap sah secara hukum Islam.
Suara.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, pembahasan mengenai larangan memotong kuku dan rambut kembali ramai diperbincangkan. Banyak umat Muslim mulai mencari tahu alasan di balik anjuran tersebut, terutama bagi orang yang hendak melaksanakan ibadah kurban.
Tradisi tidak memotong kuku sebelum Idul Adha sering dikaitkan dengan hadis Rasulullah SAW tentang 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Karena itu, tidak sedikit masyarakat yang memilih menahan diri untuk tidak memotong kuku maupun rambut hingga proses penyembelihan hewan kurban selesai dilakukan.
Meski demikian, hukum memotong kuku sebelum Idul Adha ternyata masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ulama menganggapnya makruh, ada yang membolehkan, bahkan ada pula yang memandangnya haram bagi orang yang berniat berkurban.
Larangan Potong Kuku Sebelum Idul Adha
Pembahasan mengenai larangan memotong kuku dan rambut sebelum Idul Adha berawal dari hadis yang diriwayatkan Ummu Salamah. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila masuk 10 hari pertama Dzulhijjah, apabila seorang di antara kamu hendak berkurban, janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikit pun, sampai ia (selesai) berkurban.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).
Hadis tersebut kemudian menjadi dasar munculnya anjuran untuk tidak memotong kuku dan rambut menjelang Idul Adha, khususnya bagi orang yang hendak melaksanakan kurban atau shohibul kurban.
Namun, para ulama memiliki perbedaan pendapat dalam memahami hadis tersebut. Ada yang menafsirkan larangan itu ditujukan kepada orang yang berkurban, sementara sebagian ulama lain menilai larangan tersebut berkaitan dengan hewan kurban.
Perbedaan penafsiran ini membuat hukum memotong kuku dan rambut sebelum Idul Adha termasuk dalam persoalan khilafiyah atau perbedaan pendapat dalam fikih Islam. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk saling menghormati praktik ibadah yang dijalankan berdasarkan pendapat ulama yang diyakini masing-masing.
Baca Juga: 25 Ucapan Idul Adha Singkat tapi Bermakna, Cocok untuk Caption Instagram dan WA Story
Hukum Memotong Kuku Sebelum Idul Adha
Dalam pandangan pertama, larangan memotong kuku dan rambut berlaku bagi orang yang hendak berkurban. Sejumlah ulama mazhab memiliki pendapat berbeda terkait hukumnya.
Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa tidak memotong rambut dan kuku hingga selesai penyembelihan kurban hukumnya sunah. Jika seseorang tetap memotong kuku atau rambut sebelum berkurban, maka hukumnya makruh.
Sementara itu, Imam Abu Hanifah memandang memotong kuku dan rambut tetap diperbolehkan atau mubah. Menurut pendapat ini, memotong kuku tidak dianggap makruh dan tidak pula menjadi sunah untuk ditinggalkan.
Berbeda dengan pendapat sebelumnya, Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban hukumnya haram sampai proses penyembelihan selesai dilakukan.
Selain itu, Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu’ menjelaskan adanya keutamaan bagi orang yang tidak memotong kuku dan rambut menjelang Idul Adha. Hal tersebut dikaitkan dengan harapan memperoleh keselamatan dari api neraka melalui ibadah kurban yang dilakukan.
Di sisi lain, terdapat pula pendapat yang menyatakan bahwa larangan dalam hadis Ummu Salamah ditujukan kepada hewan kurban, bukan kepada pemilik kurban. Pendapat ini dijelaskan oleh Kiai Ali Mustafa Yaqub dalam kitab At-Taruqus Shahihah fi Fahmis Sunnatin Nabawiyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
5 Pilihan Lip Balm SPF 50 untuk Cegah Bibir Gelap dan Kering
-
9 Rekomendasi Sunscreen Serum untuk Anti Aging dan Mencerahkan Wajah
-
5 Foundation SPF 50 untuk Tutupi Noda Hitam dan Lindungi Kulit dari Sinar UV
-
25 Ucapan Idul Adha Singkat tapi Bermakna, Cocok untuk Caption Instagram dan WA Story
-
Libur Idul Adha 2026 Berapa Hari? Bersiaplah Liburan Long Weekend 6 Hari Full!
-
Lip Balm Dipakai sebelum atau sesudah Lipstik? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Nyaman di Bibir
-
6 Moisturizer Panthenol untuk Menenangkan Kulit dan Memperbaiki Skin Barrier
-
5 Pilihan Primer Sunscreen untuk Hasil Makeup Flawless Sekaligus Lindungi Kulit dari Sinar UV
-
Bagaimana Cara Daftar Global Sumud Flotilla untuk Misi Kemanusiaan Gaza?
-
Rezeki Anti Seret, Ini Ciri-ciri Tangga Rumah Pembawa Hoki Menurut Fengshui