- Mawar Eva de Jongh resmi lulus sarjana Ilmu Komunikasi melalui program jarak jauh di Universitas Pelita Harapan.
- Wisuda Semester Ganjil 2025/2026 UPH melantik 4.469 lulusan di Kampus Lippo Village pada 7–8 Mei 2026.
- Tokoh pendidikan pedalaman Papua, Wallace Wiley, menerima gelar Doktor Honoris Causa atas dedikasinya membangun belasan sekolah.
Suara.com - Di tengah jadwal syuting dan aktivitas padat di industri hiburan, aktris sekaligus penyanyi Mawar Eva de Jongh membuktikan bahwa pendidikan tetap bisa menjadi prioritas. Figur publik muda itu resmi menyelesaikan studi Ilmu Komunikasi melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Bagi Mawar, perjalanan kuliah bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga bagian dari proses bertumbuh secara pribadi. Ia mengaku memilih sistem pembelajaran jarak jauh karena membutuhkan fleksibilitas yang bisa menyesuaikan ritme pekerjaannya di dunia entertainment.
“Aku bukan cuma belajar Ilmu Komunikasi lebih dalam, tapi juga merasa berkembang secara personal dan rohani. Semoga aku bisa terus memberikan impact yang baik lewat karya dan ilmu yang aku punya,” ujar Mawar.
Keputusan Mawar untuk tetap melanjutkan pendidikan di tengah karier yang terus berkembang menjadi inspirasi bagi banyak anak muda. Ia juga memberi semangat kepada mereka yang sedang berjuang menyeimbangkan pendidikan dan pekerjaan agar tidak mudah menyerah.
“Untuk teman-teman yang sedang belajar atau juga berada di industri hiburan, tetap semangat, tentukan tujuan kalian, dan percaya kalau kalian pasti bisa,” katanya.
Mawar menjadi salah satu dari ribuan lulusan yang dilantik dalam wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 UPH yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Sebanyak 4.469 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan resmi diwisuda tahun ini.
Doktor Honoris Causa untuk Pelopor Pendidikan di Pedalaman Papua
Namun, kisah inspiratif dalam prosesi wisuda tersebut tidak berhenti pada Mawar. Momentum wisuda juga diwarnai penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Wallace Wiley atau Dr. Wally, sosok pelopor pendidikan di pedalaman Papua.
Pria berusia 78 tahun itu telah mengabdikan hampir lima dekade hidupnya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua. Berawal dari pengalamannya di dunia penerbangan perintis bersama Mission Aviation Fellowship (MAF), Wally melihat minimnya sumber daya manusia lokal di Papua, khususnya di bidang aviasi dan pendidikan.
Baca Juga: JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan
Dari kepedulian itu, ia mulai membangun sekolah-sekolah di wilayah pedalaman Papua. Hingga kini, lebih dari 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMA telah berdiri berkat dedikasinya.
Menariknya, pada 2019 Wally memilih menjadi warga negara Indonesia sebagai bentuk komitmennya terhadap pelayanan pendidikan di Papua.
Dalam orasinya, Wally mengaku perjalanan hidupnya tidak pernah ia rancang sepenuhnya. Ia sempat mengejar berbagai hal yang sering dianggap sebagai ukuran kesuksesan dunia, mulai dari kekayaan hingga ketenaran. Namun akhirnya ia menemukan bahwa makna hidup sejati terletak pada pelayanan kepada sesama.
“Ketika Tuhan bertanya, ‘Apa yang kamu miliki?’ apa pun itu, baik pendidikan, kemampuan, maupun kesempatan, serahkanlah semuanya kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang memimpin langkah kita,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa
-
6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Ciputra Life Cetak Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Melonjak 53 Persen
-
10 Penyebab Kulit Wajah Terasa Makin Kering dan Kusam saat Memasuki Usia 30
-
Bayar Rp650 Juta Tidak Lulus, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Disulap Jadi Proyek Cat Gedung
-
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Tembus Rp2,74 Juta per Gram
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Ulasan Novel Purple Prose, Menyembuhkan Luka Dalam Bayangan Kehilangan
-
Ini Cara Mengukur Kematangan Broker dan Platform Trading