- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik frekuensi kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
- Dino menyarankan efisiensi anggaran melalui pengurangan kunjungan kerja.
- Pemerintah menanggapi bahwa kunjungan luar negeri sudah efisiensi jumlah rombongan lebih ramping.
Suara.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terbuka terhadap frekuensi kunjungan kerja (kunker) Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Kritik tersebut memicu diskusi hangat di media sosial dan berbagai platform berita mengenai efisiensi diplomasi dan penggunaan anggaran negara.
Selain itu, sosok Dino Patti Djalal yang memiliki rekam jejak diplomasi mentereng ikut menjadi sorotan. Lantas, Dino Patti Djalal sekarang menjabat apa?
Siapa Dino Patti Djalal dan Apa Jabatan Saat Ini?
Dino Patti Djalal lahir pada 10 September 1965. Ia memulai karier sebagai diplomat di Kementerian Luar Negeri sejak 1987.
Puncak kariernya meliputi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (2010–2013), Wakil Menteri Luar Negeri (14 Juli 2014 – 20 Oktober 2014) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta Staf Khusus Presiden dan Juru Bicara Presiden.
Setelah pensiun dari pemerintahan pada pertengahan 2015, Dino tidak lagi menjabat posisi resmi di pemerintahan.
Saat ini, ia aktif sebagai Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). FPCI adalah sebuah komunitas yang mendorong partisipasi publik dalam kebijakan luar negeri, khususnya di kalangan pemuda.
Ia juga menjabat sebagai Vice President Paris Peace Forum, Chairman World Resources Institute (WRI) Indonesia, Komisaris Independen di beberapa perusahaan, serta terlibat dalam berbagai forum internasional sebagai pakar kebijakan luar negeri.
Dino dikenal sebagai penulis buku laris, akademisi, dan aktivis diplomasi publik. Ia sering muncul di media untuk memberikan analisis independen tentang isu-isu global dan kebijakan Indonesia.
Baca Juga: Disindir Seskab Teddy Sebagai 'Wamenlu Hanya 3 Bulan', Ini Rekam Jejak Karir Dino Patti Djalal
Kritik Dino Patti Djalal terhadap Frekuensi Kunker Prabowo
Pada akhir Mei 2026, Dino menyampaikan kritik melalui video di media sosialnya. Ia menyoroti bahwa sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo telah menghabiskan hampir satu dari enam hari di luar negeri.
Menurutnya, frekuensi kunjungan ini “tidak lazim” dan berada di luar batas kewajaran.
Salah satu poin utama kritik Dino adalah biaya tinggi setiap kunjungan kenegaraan. Satu kali kunker bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah, termasuk logistik rombongan, keamanan, dan protokol.
Sebagai solusi, Dino menyarankan penggunaan teknologi seperti video call untuk menghemat anggaran, terutama di tengah tekanan fiskal nasional.
Dino juga memberikan lima saran praktis kepada Presiden Prabowo:
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition