- Presiden Prabowo mencopot Letjen (Purn) Lodewyk Pusung dari jabatan Wakil Kepala BGN usai evaluasi.
- Lodewyk merupakan veteran perang berprestasi dengan rekam jejak 32 tahun pengabdian di militer.
- Posisinya digantikan Nanik S Deyang, membuktikan latar belakang jenderal tak menjamin jabatan birokrasi sipil.
Suara.com - Di dunia militer, nama Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung adalah simbol napas panjang dan kesetiaan mutlak kepada negara. Menghabiskan lebih dari tiga dekade hidupnya di medan operasi bersuhu panas hingga menyandang berbagai bintang kehormatan, rekam jejaknya nyaris tanpa cela. Namun, siapa sangka, "napas panjang" sang jenderal lapangan justu harus terhenti dalam waktu relatif singkat saat mengurus persoalan gizi nasional.
Pada Selasa (2/6/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satu nama besar yang ikut tersapu dalam perombakan tersebut adalah Lodewyk Pusung, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan sejak Oktober 2024.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, keputusan ini tidak diambil mendadak.
"Keputusan ini diambil oleh Bapak Presiden setelah memonitor dan mengevaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir," tegas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Jejak 32 Tahun Sang Veteran Perang
Kontras antara masa dinas Lodewyk di TNI dan kiprahnya di BGN memunculkan sebuah ironi tersendiri. Pria kelahiran Manado tahun 1960 ini bukanlah sosok sembarangan.
Lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985 ini telah kenyang makan asam garam di berbagai wilayah operasi krusial Indonesia, mulai dari Timor Timur, Papua, hingga Aceh, serta menyelesaikan penugasan penting di luar negeri.
Kesetiaan dan ketangguhannya diakui negara. Pada tahun 2018, ia dianugerahi Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun, sebuah medali yang menjadi bukti sahih pengabdian tanpa putus selama lebih dari 32 tahun di institusi militer.
Baca Juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Tak hanya loyal, Lodewyk juga berprestasi gemilang. Sepanjang karirnya, ia sukses menduduki posisi-posisi strategis, di antaranya:
- Kasdam VI/Mulawarman (2014)
- Pangdivif I Kostrad (2015)
- Pangdam I/Bukit Barisan (2015)
- Asops Panglima TNI (2017)
Bahkan, pada tahun 2015, ia memborong tiga bintang kehormatan sekaligus: Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.
Deretan Satyalancana lain seperti Bantala (2015) hingga Wira Nusa (2017) juga memenuhi dada seragamnya.
Evaluasi Birokrasi yang Tak Pandang Bulu
Meski memiliki insting tajam sebagai "otak" operasi militer (Asops) dan jenderal lapangan, tantangan birokrasi di meja Badan Gizi Nasional nyatanya menghadirkan medan tempur yang berbeda.
Tugas mengurus Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan ternyata tak semudah meracik taktik di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan