- Pelembap sebaiknya dipakai saat kulit masih lembap, maksimal 3 menit setelah mandi.
- Air mandi yang ideal adalah air suam-suam kuku dengan suhu mendekati suhu tubuh.
- Mandi terlalu lama dapat membuat kulit lebih kering, sehingga disarankan cukup sekitar 10 menit.
Suara.com - Pelembap atau moisturizer menjadi salah satu produk skincare yang banyak digunakan sehari-hari untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi.
Namun, masih banyak orang yang menganggap waktu pemakaian pelembap tidak terlalu berpengaruh terhadap hasilnya.
Padahal, cara dan waktu penggunaan pelembap bisa menentukan seberapa efektif produk tersebut bekerja di kulit. Tidak sedikit yang baru mengoleskan pelembap saat kulit sudah terasa kering setelah mandi.
Menurut Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Arlene Rainamira, SpDVE, pelembap justru sebaiknya digunakan ketika kulit masih dalam kondisi lembap.
Dengan cara tersebut, kelembapan alami kulit dapat terkunci lebih baik.
Lalu, kapan waktu terbaik memakai pelembap yang tepat?
Pakai Pelembap Maksimal 3 Menit Setelah Mandi
Dalam konten YouTube Raditya Dika terbaru, dr. Arlene menjelaskan bahwa pelembap sebaiknya tidak digunakan saat kulit sudah kering.
Menurutnya, waktu terbaik untuk mengaplikasikan pelembap adalah ketika kulit masih lembap setelah mandi.
Baca Juga: 5 Moisturizer Pria dengan Rating Sempurna di Shopee, Atasi Kulit Kusam dan Berjerawat
"Jadi pakainya itu sebenarnya pas lagi kulitnya lembap. Jadi segera setelah mandi, jangan pas lagi kering (kulitnya)," jelas dr. Arlene dikutip pada Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menerangkan bahwa penggunaan pelembap pada kulit yang masih lembap membantu mengunci kadar air di permukaan kulit sehingga kelembapannya dapat bertahan lebih lama.
"Kenapa? Karena kita kunci ini si moisturizer, pas kulitnya lagi lembap, 3 menit setelah mandi," sambungnya.
Oleh karena itu, setelah mandi disarankan untuk tidak menunggu tubuh benar-benar kering.
Cukup keringkan kulit secara perlahan menggunakan handuk, lalu aplikasikan pelembap dalam waktu sekitar tiga menit agar manfaatnya lebih optimal.
Cara Mandi yang Tepat agar Kulit Tidak Mudah Kering
Berita Terkait
-
5 Moisturizer Pria dengan Rating Sempurna di Shopee, Atasi Kulit Kusam dan Berjerawat
-
Berapa Harga Ardiles Runergize Ori? Merek Lokal, Dokter Tirta Sebut Mirip Mizuno Wave Rebellion Pro
-
Urutan Pakai Face Mist yang Benar, Masih Perlu Pakai Moisturizer atau Tidak?
-
7 Moisturizer Lokal Mengandung SPF, Praktis untuk Skincare Pagi Hari
-
4 Moisturizer dari Brand Jepang untuk Skin Barrier, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Weton Tulang Wangi Apa Saja? Ini Alasan Dilarang Keluar di Malam 1 Suro
-
4 Lipstik Merah Transferproof yang Tidak Nempel di Gelas saat Minum, Tetap Bold Sepanjang Hari
-
4 Shio dengan Hari Kurang Beruntung pada Juni 2026, Simak Prediksinya
-
Mudi dan Cara Baru Mengenalkan Konservasi: Tidak Selalu dari Hutan, Bisa dari Media Sosial
-
Apa Itu Solid Perfume? Ini Kelebihan dan Kekurangannya Dibandingkan Parfum Cair
-
5 Cushion Terlaris di TikTok, Penjualannya Tembus Jutaan Produk
-
7 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah
-
Harta Kekayaan Chatib Basri, Dirumorkan Gantikan Posisi Menkeu Purbaya
-
Daftar Venue Piala Dunia 2026: 16 Stadion Megah di Tiga Negara Tuan Rumah
-
Bagaimana Desa Jatimulyo Membuktikan Konservasi dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama