Suara.com - Di era modern, menjaga penampilan dan kesehatan kulit menjadi bagian dari gaya hidup banyak perempuan. Berbagai produk skincare anti aging bermunculan dengan klaim mampu mengurangi kerutan, meningkatkan elastisitas kulit, hingga membuat wajah tampak lebih muda. Namun, tidak sedikit perempuan yang akhirnya mengeluarkan biaya besar untuk membeli banyak produk tanpa mendapatkan hasil yang sesuai harapan.
Padahal, mengatasi penuaan dini tidak selalu harus dilakukan dengan rutinitas skincare yang rumit dan mahal. Kini, semakin banyak perempuan yang memilih pendekatan yang lebih praktis dan efisien, yakni mengombinasikan perawatan dari luar dengan nutrisi dari dalam.
Penuaan Dini Tidak Hanya Dipengaruhi Usia
Munculnya garis halus, kulit kusam, berkurangnya elastisitas, hingga flek hitam sering kali terjadi bukan semata karena faktor usia. Paparan sinar matahari, polusi, stres, kurang tidur, serta pola makan yang tidak seimbang turut mempercepat proses penuaan kulit.
Karena itu, penggunaan skincare saja tidak cukup. Kulit membutuhkan dukungan nutrisi yang membantu menjaga produksi kolagen, protein penting yang berperan dalam menjaga kekencangan dan kelembapan kulit.
Founder Fudvita Indonesia, Widia Sari Kusuma menjelaskan, pendekatan ilmiah sangat penting dalam memahami akar masalah penuaan kulit. Kata dia, banyak perempuan belum menyadari bahwa secara biologis, kemampuan tubuh memproduksi kolagen merosot sekitar 1% hingga 1,5% setiap tahunnya sejak usia 30 tahun, dan penurunannya semakin ekstrem di usia 40 tahun ke atas.
"Skincare oles umumnya hanya bekerja di lapisan epidermis terluar. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan intervensi nutrisi aktif dari dalam sistem aliran darah guna merombak pigmentasi secara sistemik dan menyeluruh," ujar Widia.
Skincare Secukupnya, Nutrisi Maksimal
Para ahli kulit menilai rutinitas perawatan sederhana yang terdiri dari pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen sudah menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan kulit. Daripada terus mencoba berbagai produk yang belum tentu cocok, perempuan modern kini lebih fokus pada perawatan yang sesuai kebutuhan kulit.
Baca Juga: Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan
Selain itu, menjaga asupan nutrisi juga menjadi langkah penting. Konsumsi makanan kaya vitamin C, vitamin E, antioksidan, serta protein berkualitas dapat membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini.
Minuman Kolagen Jadi Pilihan Praktis
Salah satu tren yang semakin diminati adalah konsumsi minuman kolagen. Produk ini dinilai praktis karena dapat membantu memenuhi kebutuhan kolagen harian tanpa harus menambah banyak tahapan perawatan kulit.
Kolagen sendiri merupakan komponen utama yang membentuk struktur kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh mulai menurun, sehingga kulit menjadi lebih mudah mengalami keriput dan kehilangan elastisitas.
Berbagai minuman kolagen saat ini juga telah diperkaya dengan vitamin C, glutathione, dan antioksidan yang berperan mendukung pembentukan kolagen sekaligus membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Bagi perempuan dengan mobilitas tinggi, minuman kolagen Fudvita Indonesia dari PT Sastro Utama Media Grup (SUMG) menjadi solusi yang praktis karena dapat dikonsumsi kapan saja tanpa memerlukan waktu tambahan untuk perawatan yang kompleks.
Tag
Berita Terkait
-
Generasi Muda Belum Melek Finansial, Perempuan dan Disabilitas Hadapi Tantangan Lebih Besar
-
Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?
-
Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
Hari Laut Sedunia: Ketika Surfing Menjadi Cara Perempuan Merawat Kesehatan Mental
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?