LINIMASA - Mahfud MD mengaku jika dirinya siap buka-bukaan di hadapan DPR soal transaksi janggal sebesar Rp300 T yang terjadi di Kementerian Keuangan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Mahfud MD dalam cuitan terbarunya di Twitter @mohmahfudmd beberapa waktu lalu.
Mahfud MD menyebut jika ucapanya serius terkait dengan transaksi janggal yang diduga merupakan tindakan pencucian uang itu.
Mahfud MD menyebut jika masalah dugaan pencucian uang 300 T itu dibuka di depan DPR.
"Saya siap memenuhi undangan DPR untuk menjelaskan dan menunjukkan daftar dugaan pencucian uang 300T di Kemenkeu. Masalah ini memang lebih fair dibuka di DPR. Saya tidak bercanda tentang ini," kata Mahfud dalam cuitannya pada Minggu (19/3/2023).
Mahfud MD menegaskan jika ucapanya tentang dugaan pencucian uang itu tidak akan pernah dicabut.
Bila Perlu, Mahfud MD mengungkapkan dirinya siap menunjukan bukti otentik saat kedepan dipanggil oleh DPR.
"Saya dan PPATK tidak mengubah statement bahwa sejak tahun 2009 PPATK telah menyampaikan info intelijen keuangan ke Kemenkeu tentang dugaan pencucian uang sekitar Rp 300 T. Saya siap dengan data otentik yang akan ditunjukkan kepada DPR," tegas dia.
Lebih lanjut, Mahfud MD mengungkapkan semua pihak untuk meninjau ulang pernyataan Ketua PPATK saat di Kemenkeu pada Selasa kemarin, karena itu sangat penting.
Baca Juga: 5 Fakta Pendiri BreachForums Tempat Bjorka Bocorkan Data Tertangkap, Siapa Dia?
"Saya sarankan, lihat lagi pernyataan terbuka Ketua PPATK di Kemenkeu Selasa kemarin. Beliau 'tidak bilang' bahwa info itu 'bukan korupsi' dan 'bukan pencucian uang'," urai Mahfud.
Senada yang diucapkan olehnya, PPATK juga menyebut jika laporan itu bukan korupsi tapi dugaan pencucian uang.
"Sama dengan yang saya katakan, beliau bilang itu bukan korupsi, tapi laporan dugaan pencucian uang yang harus ditindaklanjuti oleh penyidik/kemenkeu," pungasnya.
Berita Terkait
-
Mahfud Md Janji Ungkap Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Hadapan DPR
-
Pernah Jadi DPR, Fahri Hamzah Kini Sindir Wakil Rakyat Terkait Bansos
-
Gobel: Kejahatan Pinjol untuk Melemahkan Indonesia
-
Isu Penundaan Pemilu, Mahfud MD: Pemilu Ndak Jadi, UUD Diubah, Mahal Sekali Itu!
-
Mahfud MD Sebut Putusan Pengadilan Jakarta Utara soal Penundaan Pemilu Hingga 2025, Salah Kamar
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa