Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara silaturahmi relawan Jokowi bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (26/11/2022) lalu.
Melansir dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mempertanyakan urgensi dari acara tersebut sehingga Jokowi sampai meluangkan waktu untuk hadir.
Menurut Mardani Ali, dengan hadirnya orang nomor 1 RI di acara tersebut menunjukkan bahwa Jokowi melegalkan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh relawan.
"Bayangkan 100 ribu orang lebih yang hadir, berapa biayanya. Untuk apa kegiatan seperti itu dihadiri presiden. Kehadiran Pak Jokowi itu kan seperti cap, stempel bahwa gerakan ini gerakan yang boleh, legal dan baik untuk negeri," ujar Mardani.
Dalam kesempatan ini, Mardani Ali juga meminta agar Jokowi lebih fokus menjalankan sisa masa jabatannya di pemerintahan dan tidak lagi sibuk dengan relawan.
"Sebagai presiden, mendekati Pilpres 2024 jangan lagi sibuk dengan relawan, sibuk fokus melaksanakan tugas sebagai presiden dan kepala negara," kata Mardani.
Mardani Ali juga mengungkapkan bahwa menjelang Pilpres 2024, gerakan yang dilakukan relawan patut untuk diwaspadai.
"Berikan kepada rakyat kesempatan untuk mengevaluasi kita-kita yang di 2019 sudah dapat amanat dan peluangnya ada, dan saya malah berbahaya dengan gerakan (relawan)," pungkasnya.
Baca Juga: Fenomena PHK: Pendiri Ajaib Tidak Terima Gaji Hingga Manajemen Potong Upah
Berita Terkait
-
Blak-blakan! Politisi PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu di GBK Tak Ada Urgensinya: Tiap Hari Pak Jokowi Ketemu Rakyat dan Relawan
-
PDIP Bantah Partainya 'Kepanasan' Gegara Acara Relawan Jokowi di GBK: Kami Hanya Mengkritik karena
-
Prabowo Subianto Masuk Kriteria Pemimpin Versi Jokowi: Sudah Saya Cek Ada Kerutan dan Rambut Putih
-
PKS Menilai Isu Presiden Jokowi Tiga Periode Belum Selesai
-
Gerakan Nusantara Bersatu: Manuver Politik Jokowi, Sinyal Adu Kuat dengan Megawati dan PDIP di Pilpres 2024
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?