Nasib nahas menimpa pria berinisial MA (24) asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ia terjaring dalam razia balap liar di Kompleks Kantor Sekretariat Daerah Kalsel pada Jumat (10/3/2023) lalu.
Oleh petugas kepolisian, MA pun diminta mendorong sepeda motornya dari lokasi balap liar tersebut menuju Kantor Polres Banjarbaru yang jaraknya kurang lebih 7 km.
Namun saat tengah mendorong sepeda motornya, MA ambruk dan pingsan di jalan. Oleh petugas polisi, MA dibawa ke RS Idaman Banjarbaru. Saat tiba dan diperiksa oleh tim medis, MA dinyatakan meninggal dunia .
Mengutip berita yang diunggah oleh akun @ndorobei.official, tak sedikit warganet yang sebelumnya menyalahkan petugas polisi, lantaran mengira bahwa MA dihukum mendorong motornya sejauh 7 km.
Namun, seperti dikutip dari Suara.com, Kapolres AKBP Dody H Kusumah menegaskan bahwa itu bukanlah bentuk hukuman.
Menurutnya, MA merupakan satu dari 246 orang yang terjaring razia balap liar. Saking banyaknya orang dan motor yang terjaring razia tersebut, maka semua itu tidak bisa diangkut oleh kendaraan yang ada di Polres Banjarbaru.
"Semua kendaraan terjaring razia, jadi tidak mungkin diangkut menggunakan armada kami. Jadi, kami tegaskan, ini bukan sanksi atau hukuman, tetapi memang mau dibawa ke Polres," katanya.
Pendapat warganet pun terbagi dua terhadap peristiwa yang menjadi viral di media sosial ini. Sebagian masih menganggap bahwa itu merupakan bentuk hukuman yang berlebihan dari polisi. Namun, tak sedikit pula yang membela, dan mengatakan bahwa hal tersebut sama sekali bukan kesalahan petugas polisi.
"Innalilahiwainnailaihirajiun, balap liar membahayakan pengguna lain dan sangat menggangu. Tindakan polisi sudah tepat, jadi tidak perlu munurunkan propam untuk memeriksa anggota," kata warganet yang justru mendukung petugas polisi.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria Bertato Mengapung di Kalimalang, Diduga Tewas 5 Hari Lalu
"Kalo kayak gini, ga nyalahin polisinya sih.memang terkadang para pelaku balap liar itu mesti dikasih hukum yang tegas. Mungkin kali ini nasibnya saja kurang baik," komentar warganet.
"Kita lihat oknum berdalih apaan," tulis warganet yang berpikir bahwa peristiwa ini merupakan kesalahan petugas polisi.
"Kasihan polisinya ketiban sial. Padahal niat hati mungkin mau kasih pelajaran," pungkas warganet yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Perjalanan Karier Pemain Maluku Daijiro Chirino hingga Membela Klub Cristiano Ronaldo
-
8 Golongan Penerima Zakat Mal, Tidak Hanya Fakir Miskin
-
Mudik ke Maluku, Pemain Keturunan Ini Dibuat Geleng-geleng Lihat Indahnya Kampung Halaman
-
Minta Mobil Dinas Rp8,5 M, Intip Harta Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Istri
-
Apakah CPNS Dapat THR Lebaran 2026? Begini Aturan Resminya
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
-
Solidaritas Mokel Berjamaah, Mengapa Jadi Tren?