/
Jum'at, 12 Mei 2023 | 18:07 WIB
Cek Fakta: Kader PDIP Demo Minta Pencapresan Ganjar Pranowo Dibatalkan, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa kader PDIP bergerak ke rumah Megawati Soekarnoputri untuk berdemo meminta pencapresan Ganjar Pranowo dibatalkan.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 12 Mei 2023.

"Demo Minta Batalkan Pencapresan GanjarKader Pdi Jateng Menuju Kediaman Megawati Lakukan Ini" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Jumat (12/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"SEDERET KASUS GANJAR BAWA PETAKA
KADER PDI BERGERAK MENUJU KEDIAMAN MEGAWATI, DEMO MINTA BATALKAN PENCAPRESAN GANJAR"

Namun begitu, apakah benar kader PDIP bergerak ke rumah Megawati Soekarnoputri untuk berdemo meminta pencapresan Ganjar Pranowo dibatalkan?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait kader PDIP yang bergerak ke rumah Megawati Soekarnoputri untuk berdemo.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa kader PDIP Jawa Tengah berdemo minta pencapresan Ganjar Pranowo dibatalkan.

Baca Juga: Tak Akan Terlupa, Ini Profil Taufik Imansyah News Anchor yang Meninggal Karena Sakit

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan kader PDIP bergerak ke rumah Megawati Soekarnoputri untuk berdemo meminta pencapresan Ganjar Pranowo dibatalkan.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi kader PDIP bergerak ke rumah Megawati Soekarnoputri untuk berdemo meminta pencapresan Ganjar Pranowo dibatalkan merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More