Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah tidak mempersoalkan sikap putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang menggunakan kaus bergambar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Basarah menegaskan, bahwa apa yang dilakukan Kaesang tersebut merupakan bentuk ekspresi setiap warga negara.
"Saya kira itu hak setiap orang untuk berekspresi, siapa pun," kata Basarah ditemui di Kantor Sekretariat Pusat Pemenangan Ganjar, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2023).
Ia mengatakan, kalau pun ada yang menilai apa yang dilakukan Kaesang itu menjadi konotasi politik, hal tersebut menurutnya hanya persepsi belaka saja.
"Saya kira itu kan, hak srtiap orang ya untuk berekspresi, mengenai apakah itu berkonotasi politik. Itu kan soal persepsi ya," tuturnya.
Lebih lanjut, Basarah menegaskan, jika PDIP akan menghormati setiap ekspresi setiap warga negara. Terlebih apa yang dilakukan oleh putra Presiden Jokowi tersebut.
"Jadi kalau dari kami, prinsipnya menghormati menghargai ekspresi setiap warga negara termasuk ekspresi dari mas Kaesang untuk menggunakan baju bergambar siapapun," pungkasnya.
Kaus Prabowo
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Kaesang mengenakan kaus berwarna hitam dengan gambar Prabowo. Kaus tersebut dipakai oleh suami Erina Gudono ini dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube pribadi milik Kaesang.
Baca Juga: Klaim Turut Komunikasi Intens Bahas Koalisi Besar, Ketum PAN: Sekarang Lagi Proses
Dalam video tersebut putra bungsu Jokowi ini juga meminta kepada pembawa acara, untuk tidak memberikan komentar apapun mengenai sikapnya yang memakai kaus Prabowo ketika membuat konten YouTube.
"Bajunya nggak usah di komen dulu, iya tahu Pak Prabowo menang di Padang," kata Kaesang.
Berita Terkait
-
PDIP Klaim Ganjar Pranowo Sudah Didukung 1.000 Organisasi Relawan
-
Ganjar Ikut Hadiri Halal Bihalal 3 Ribu Relawan Pendukung Jokowi di Hall Basket Senayan Sabtu Malam Besok
-
Kaesang Pakai Kaos Bergambar Prabowo, Ini Tanggapan PDIP
-
Klaim Turut Komunikasi Intens Bahas Koalisi Besar, Ketum PAN: Sekarang Lagi Proses
-
Berkat Diumumkan Jadi Capres dari PDIP, Elektabilitas Ganjar Kembali Lampaui Prabowo
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun