Beredar kabar bahwa Samsul Arif, ayah anak SD di Gresik yang dicolok matanya hingga buta, diminta untuk mencabut laporan mengenai kasus putrinya. Kalau tidak, Samsul terancam kehilangan pekerjaannya sebagai Sekretaris Desa Randupadangan.
Dikutip dari CNN, permintaan untuk mencabut laporan tersebut diduga datang dari Camat Menganti, Hendriawan Susilo.
Hal itu diungkap oleh pengacara keluarga korban, Abdul Malik.
"Ada intimidasi yang dilakukan oleh seseorang. Kemarin camat menemui klien kami, disuruh buat pernyataan bahwa berita ini berita hoaks," kata Malik, Jumat (22/9/2023).
Camat Menganti dikatakan telah memaksa Samsul untuk meminta maaf karena telah membuat gaduh. Samsul juga diminta mencabut laporan mengenai kasus penusukan anaknya di Polres Gresik.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka Samsul terancam akan kehilangan pekerjaannya.
Kabar tersebut langsung dibantah oleh Camat Menganti. Ia memberi klarifikasi bahwa dirinya hanya tak ingin anak buahnya itu terjerat masalah yang berkepanjangan.
"Ndak ada. Saya takutnya gini, ketika gini seperti Ratna Sarumpaet (terjerat kasus hoaks), nanti jadi tersangka, malah jadi panjang, bisa-bisa dipecat," katanya.
Diketahui, putri Samsul yang baru kelas 2 SD, dirundung oleh kakak kelas di lorong sekolahnya. Putri Samsul dimintai uang, namun ia menolak memberikannya.
Baca Juga: Terancam Gagal Lolos Fase Grup, Timnas Indonesia Disindir Habis-habisan oleh Media Vietnam
Gara-gara hal tersebut, pelaku kemudian mengambil tusukan bakso di lantai, dan menusuk mata kanan korban sebelum akhirnya lari. Hal ini mengakibatkan korban mengalami penurunan penglihatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar