Foto Tony Fernandes saat lagi meeting sambil dipijat viral di media sosial. Di foto yang awalnya diunggah di Linkedin itu menunjukkan foto bos AirAsia tersebut ketika sedang tidak memakai baju.
Sosok sang bos pun langsung menjadi perbincangan. Tak sedikit yang mengkritik, tapi banyak pula yang menyebutnya sebagai nyentrik.
Di luar kontroversi foto tersebut yang telah ia hapus dari akun Linkedin-nya, masih banyak orang penasaran dengan sosok Tony Fernandes.
Berikut adalah profil Tony Fernandes sang bos AirAsia yang terkenal sebagai maskapai berbiaya murah.
Tony Fernandes lahir di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 April 1964. Melansir dari Times of India, ayahnya berasal dari Goa dan ibunya merupakan campuran India (Tamil) dan Asia-Portugis (Kristang).
Tony mengenyam bangku kuliah di Inggris, yaitu di Epsom College, Inggris dan London Economic School. Ketika masih kuliah, ia pernah berkerja sebagai pelayan restoran.
Lulus kuliah, Tony memulai karier di Virgin Group di sebagai auditor. Ia kemudian dipercaya sebagai pengawas keuangan untuk Richard Branson's Virgin Communications di London dari tahun 1987 hingga 1989.
Pada 1990-an, Tony terjun ke bidang musik, yakni ke Warner Music Group, di mana menjabat sebagai Wakil Presiden Regional Asia Tenggara dari Desember 1999 sampai Juli 2001.
Tony kemudian mendirikan AirAsia pada 8 Desember 2001, dua bulan usai serangan teroris di New York. Ia melihat peristiwa tersebut sebagai peluang bisnis lantaran membuat biaya leasing pesawat menurun sampai 40 persen. Selain itu, ia juga melihat ada banyak tenaga berpengalaman menganggur sebagai dampak dari tenggelamnya beberapa perusahaan penerbangan.
Baca Juga: Tiga Pemain Top Irak Ini Berpeluang Besar Pusingkan Shin Tae-yong, Siapa Saja?
Bermitra dengan Kamarudin Meranun, Tony menjadikan AirAsia menjadi maskapai low cost carrier alias maskapai dengan tarif murah melalui slogan ‘Now Everyone Can Fly’, AirAsia pun langsung menarik hati warga Malaysia, karena semua orang bisa terbang dengan biaya rendah atau no frill alias tanpa embel-embel servis.
Dengan cara tersebut, AirAsia pun menuai hasil yang memuaskan. Pada 2005, maskapai tersebut hanya memiliki 200 ribu penumpang. Tetapi pada 2015, AirAsia dapat meraih 36 juta penumpang.
Dan kini, AirAsia menjadi salah satu maskapai penerbangan berbiaya hemat terbesar di Asia, dengan jaringan yang luas lebih dari 190 kota tujuan.
Menurut Tony, kesuksesan tersebut merupakan hasil dari 90 persen kerja keras dan 10 persen faktor keberuntungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara