Timnas Indonesia mendapati hasil minor dalam kampanye awal putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua laga tandang yang dijalani, melawan Irak dan Filipina, memberikan sejumlah tantangan yang harus segera diatasi untuk meningkatkan performa.
1. Mental Bertanding di Laga Tandang
Timnas Indonesia tampak kesulitan menangani tekanan saat bermain di hadapan pendukung lawan. Terbukti dalam laga melawan Irak yang dipenuhi 65 ribu penonton, mereka terlihat gugup dan melakukan blunder yang merugikan tim.
Meskipun melawan Filipina dengan minimnya dukungan pendukung lawan, adaptasi dengan kondisi lapangan masih perlu diperhatikan. Mental bertanding di laga tandang menjadi aspek penting yang perlu diperkuat agar tim tidak kehilangan fokus, terlepas dari tekanan.
2. Koordinasi Lini Tengah dan Belakang
Mayoritas gol yang diterima Timnas Indonesia berasal dari kesalahan di lini tengah dan belakang. Dalam pertandingan melawan Irak, tiga dari lima gol lawan muncul dari kegagalan koordinasi di sektor tersebut.
Hal serupa terjadi dalam laga kontra Filipina, di mana kegagalan dalam menguasai bola di area tengah dan tekanan lawan membuat tim kebobolan. Koordinasi di lini tengah dan belakang menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki agar pertahanan lebih solid.
3. Lini Tengah yang Tak Hidup
Lini tengah Timnas Indonesia kurang produktif dalam dua pertandingan terakhir. Sebagai sektor pengatur permainan, lini tengah menjadi sorotan utama.
Baca Juga: 7 Hal yang Memicu Rumor Rumah Tangga Ria Ricis dan Teuku Ryan Retak, Berawal dari Sini
Lawan mudah menembusnya melalui serangan balik cepat, membuat tim kesulitan mengendalikan ritme permainan.
Peran lini tengah dalam mengatur serangan dan pertahanan harus diperkuat agar tim dapat lebih dominan dalam penguasaan bola dan mengurangi tekanan di lini belakang.
Pelatih Shin Tae-yong diharapkan segera mengatasi kendala-kendala ini untuk memastikan peningkatan kinerja Timnas Indonesia di laga-laga berikutnya.
Fokus pada perbaikan mental bertanding, koordinasi di lini tengah dan belakang, serta menghidupkan kembali peran lini tengah diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Pemain Naturalisasi Ini Ogah Diendorse, Beda Kelas dengan Pemain Lokal, Ini Sebabnya
-
Sempat Bikin Indonesia Terbantai, Deretan Pemain Ini Wajib Duduk di Bangku Cadangan
-
Jelang Laga Tandang Lawan Filipina, Shin Tae-yong Ogah Ulangi Kesalahan di Irak
-
Sandy Walsh Siap Boyong 3 Poin untuk Timnas Indonesia Lawan Filipina
-
Lupakan Irak, Begini Arahan Keras Shin Tae-yong agar Indonesia Bisa Atasi Filipina
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
Terkini
-
Lokasi Posko Pengaduan THR 2026 di Sumbar, Pekerja yang Tak Diberi Hak Jelang Idul Fitri Bisa Lapor!
-
Liburan di Kapal Pesiar, Disney Cruise Line Resmi Berlabuh di Singapura
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Agnez Mo Hadiri Bukber di Dubai, Sikap Aslinya Dibongkar Orang Dalam
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
Ramadan 2026, Mesut Ozil Perbanyak Tilawah dan Jalankan Pesan Ibunda Bantu Pengungsi
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Rapor Merah Hasbi Jayabaya, Proyek Alun-alun Rp4,9 Miliar Jadi Sorotan Mahasiswa