/
Rabu, 23 November 2022 | 12:03 WIB
Sopir ambulance, Ahmad Syahrul Ramadhan yang membawa jenazah Yosua. (Youtube/ KOMPAS TV.)

Sopir ambulance Ahmad Syahrul Ramadhan kembali bersaksi dalam sidang perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di PN Jakarta Selatan.

Dalam pengakuannya di hadapan Hakim Wahyu Imam Santoso, di hari kejadian dirinya datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menjemput seorang pasien dengan lokasi Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang tak lain adalah rumah dinas Ferdy Sambo.

Ahmad tak mengetahui bahwa ternyata pasien tersebut sudah meninggal dunia.

"Waktu lalu memberikan keterangan, bahwa pada 8 Juli 2022 dihubungi untuk menjemput tidak disebutkan jenazah atau pasien ya?," tanya Hakim ketua kepada Ahmad dikutip dari tayangan Kanal Youtube KOMPAS TV Rabu, (23/11/2022).

"Pasien yang mulia," jawab Ahmad.

Dia kembali menjelaskan, sampai di titik lokasi penjemputan yang dikirim oleh pihak kantornya, Ahmad ditunggu oleh seseorang tepatnya di sekitar perempatan Mampang.

Seseorang itu merupakan suruhan Sambo yang datang untuk mengarahkan ke alamat sebenarnya.

"Saudara dijemput di Perempatan Mampang untuk mengarahkan suadara ke Duren Tiga," lanjut hakim.

"Iya yang mulia," kata Ahmad.

Baca Juga: Euforia Arab Saudi Menang: Raja Salman Tetapkan Libur Nasional, Taman Hiburan Digratiskan

Tiba di Duren Tiga, Ahmad masuk ke dalam rumah Ferdy Sambo lalu mengangkut jenazah Yosua. Sebelum itu, dia sudah mengeluarkan kantong jenazah yang dibawanya dari mobil.

Seorang polisi juga sempat bertanya kepada Ahmad soal kantong jenazah dengan tulisan Satlantas Jakarta Timur.

"Saya dari mitra kecelakaan Satlantas Jakarta Timur. Saya membantu kecelakaan atau TKP," tegasnya.

"Ya sudah mas tolong dibantu evakuasi," kata Ahmad mengulang percakapan ketika mengevakuasi jenazah Yosua.

Jenazah almarhum Yosua selanjutnya diantar ke Rumah Sakit RS Polri dengan dikawal mobil Pajero milik provos.

Sebagaimana diketahui, pada 8 Juli 2022, Brigadir Yosua tewas di Kompleks Polri Duren Tiga. Otak pembunuhan adalah senior korban yaitu Ferdy Sambo.

Load More