/
Rabu, 18 Januari 2023 | 13:05 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (suara.com)

Bakal calon presiden Partai NasDem, Anies Baswedan diangkat menjadi salah satu anggota Pendiri Dewan Penasihat Internasional Institute of ASEAN Studies di Universitas Oxford

Hal ini yang kemudian membuat berbagai pujian sontak diluncurkan pada bakal calon presiden (bacapres) Partai NasDem. 

Menanggapi berbagai pujian pada Anies, pegiat media sosial sekaligus akademisi Ade Armando menyebutkan bahwa sebenarnya Anies lah yang terlebih dahulu mendekati pihak Oxford. 

"Anies memang secara akrif mendekati Oxford," ujar Ade Armando. 

"Pada 17 Mei tahun lalu di Instagramnya, tertulis kisahnya datang untuk menjajaki kerjasama dengan Oxfod, menurut Anies Pemprov DKI tengah menjajaki kerjasama dengan Blavanik School of Governmen di Univesitas Oxford, khususnya mengenai pegembangan kebijakan publik di Jakarta," imbuhnya. 

Menurut Ade, pada Agustus giluran Oxfodr mendatangi Jakarta untuk menirikan pusat kajian ASEAN. Mendekati pihak luar terlebih dahulu menurut Ade sudah menjadi ciri khas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 

"Kita harus paham duduk perkaranya, apa yang dilakukan ini adalah khas Anies," ujar Ade. 

"Saya jadi teringat ketika Anies akhir tahun lalu, digembar-gemborkan menjadi pembicara di G-20, dia benar menjadi pembiara di salah satu acara yang terkait G-20 tapi itu haru mendafar terlebih dahulu, soal Oxfod agak mirip-mirip lah," tambahnya. 

Dia kemudian menyebutkan bahwa tim Anies memang jeli membaca peluang untuk menaikkan namanya. 

Baca Juga: Alex Bonpis Masih Diperiksa Intensif, Polisi Dalami Bandar Narkoba Lain Penerima Suplai dari Irjen Teddy Minahasa

"Tim Anies jeli melihat peluang itu, dengan menjadi pendiri pusat kajien itu nama Anies terangkat saya yakin ada dana dari Pemprov DKI yang mendukung pengambangan pusat kajian tersebut," tuturnya. 

Load More