Politisi PSI Mohamad Guntur Romli menuai cibiran karena dianggap standar ganda menanggapi pernyataan kontroversial budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun.
Awalnya Guntur Romli mengkritik Cak Nun karena menyebut Presiden Joko Widodo sebagai Firaun. Bukan hanya itu, Cak Nun juga menyebut Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Haman.
Sikap Guntur Romli lantas dicibir sejumlah pihak karena dianggap standar ganda lantaran pernah beberapa kali mengkritik lawan politiknya dengan sebutan Firaun.
"Hingga akhir jabatannya @aniesbaswedan akan menjadikan dirinya sebagai Firaun -- seperti ucapannya) 'Kalau hanya bangun kota yang megah, Firaun pun bisa'," cuit Guntur Romli beberapa waktu lalu.
Lalu apabila menelusuri Twitter Guntur Romli, di tahun 2022 kemarin saja dia sudah sembilan kali menautkan nama sang eks Gubernur DKI Jakarta dengan Firaun.
Hal ini yang kemudian diklarifikasi Guntur Romli lewat videonya di kanal YouTube COKRO TV. Dia mengklarifikasi sembari menyebutkan beberapa nama yang juga dianggap standar ganda, seperti Ketua Umum PSI Giring Ganesha, dan pegiat media sosial Yusuf Dumdum.
"Perlu saya jelaskan bahwa tweet saya bersama yang lain sebenarnya itu sindiran, karena yang membawa-bawa nama Firaun itu Anies Baswedan, dan rekam jejak digital soal itu sangat banyak," ungkap Guntur Romli, dikutip pada Kamis (19/1/2023).
Guntur Romli lalu mengutip beberapa pemberitaan di masa-masa Pilkada DKI Jakarta. "Dari Detik tanggal 10 Januari 2017, 'Anies: Kalau Hanya Bangun Kota yang Megah, Firaun Juga Bisa'," tuturnya.
Judul serupa juga ditemukan di beberapa media online lain dengan tanggal tayangan yang sama. Hal inilah yang kemudian disoroti oleh Guntur Romli.
Baca Juga: Pro Kontra Tuntutan 5 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Berakhir Bikin Publik Tak Puas
"Jadi Anies waktu itu ingin menyindir pemerintah yang berkuasa di Jakarta ibarat Firaun. Zaman itu yang menjadi gubernur adalah Pak Ahok, kemudian Pak Djarot," kata Guntur Romli.
Namun sindiran ini seolah ditelan sendiri oleh Anies. "Nah ternyata, setelah Anies menjabat, dia juga memamerkan apa yang dia bangun," ujarnya.
"Misalnya JIS, yang 80 persen pembangunannya hasil ngutang dari pemerintah pusat, dia pamerkan melalui akun medsos dia. Kemudian juga pembangunan halte busway, dia juga pamerkan," sambungnya.
Padahal, menurut Guntur Romli, Anies menyindir pemerintahan sebelumnya karena membangun benda-benda mati yang lalu dipamerkan setelah habis masa jabatannya.
"Itu kutipan dari Anies. Nah ternyata Anies menjilat ludahnya sendiri, ketika dia mau berakhir masa jabatannya, sama saja. Dia memamerkan yang dia klaim sebagai pembangunan dia, melalui foto-foto yang dia pamerkan melalui akun medsos dia," terang Guntur Romli.
"Jadi intinya Anies ingin mengejek pemerintah sebelum dia, membangun yang dia sebut kota yang megah Firaun juga bisa, ternyata dia juga melakukan hal yang sama, berarti Anies sedang menyebut dirinya sebagai Firaun," imbuhnya.
Karena itulah, dengan pedas Guntur Romli menyebut Anies tengah menelan sendiri komentar nyinyirnya. "Intinya seperti menjilat ludah sendiri atau senjata makan tuan, ketika apa yang dihinakan oleh Anies, ternyata dia melakukan sendiri di akhir masa jabatannya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mas Wali Kena Nyinyir Warganet, Berujung Senggol Presiden Jokowi: Bilangin Bapak Lu Kalau Bikin Aturan Jangan Membebankan Rakyat
-
Ramai Soal Presiden Firaun, Zulfan Lindan: Sekarang Udah Sintesis 'Mega-Jokowi'
-
'Saya Merasa Ada Chemistry' AHY Respons Soal Peluang Jadi Cawapres Anies di Pilpres 2024
-
Tengah Ramai Jokowi Mirip Raja Firaun, Amien Rais: Sebodoh-bodohnya Raja Bisa Cengkeram Kekuasaan
-
NasDem Totalitas Dukung Jokowi, Sikap Surya Paloh Cs Harus Disambut Kedewasaan Kalau Tak Mau 'Ditikung'
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?