Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengaku memperoleh informasi ada gerakan bawah tanah seorang brigadir jenderal yang ingin mengatur vonis Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Pekan ini jaksa sudah menuntut hukuman seumur hidup untuk Ferdy Sambo dan pidana 8 tahun untuk istrinya, Putri Candrawathi. Tuntutan jaksa ini banyak dikritik publik karena dinilai terlalu ringan.
"Ada yang bilang soal seorang brigjen mendekati A dan B, brigjen-nya siapa? Sebut ke saya, nanti saya punya mayjen. Kalau Anda punya mayjen yang mau menekan pengadilan atau kejaksaan, di sini saya punya letjen," ujar Mahfud di Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Lebih lanjut Mahfud mengungkap pihak-pihak ini tidak saja mencoba memengaruhi vonis, tetapi juga bahkan berusaha agar Sambo dibebaskan.
"Ada yang bergerilya, ada yang ingin Sambo dibebaskan, ada yang ingin Sambo dihukum. Tapi kita bisa amankan di kejaksaan. Saya pastikan kejaksaan independen," ujar Mahfud.
Sebelumnya diwartakan sejumlah pihak menyesalkan tuntutan untuk Putri yang dinilai terlalu ringan. Jaksa menuntut putri dengan hukuman 8 tahun. Sementara Bharada Richard Eliezer, yang dinilai telah turut membongkar kasus pembunuhan itu, dituntut 12 tahun penjara.
Banyak pihak menduga jaksa tidak adil dalam tuntutannya dan sejumlah rumor beredar menyebut jaksa masuk angin dalam kasus ini.
Jaksa sendiri sudah membantah berlaku tidak adil dalam tuntutan terhadap para terdakwa dalam pembunuhan Brigadir J.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus