/
Selasa, 31 Januari 2023 | 15:57 WIB
Anies Baswedan saat mengunjungi Lombok. ([ANTARA])

Ketiga partai koalisi siap melahirkan Piagam Koalisi, dan cawapres akan dipilih siapa saja yang mampu mendongkrak kemenangan.

 Sudirman Said,  utusan Anies Baswedan untuk tim koalisi menyatakan bahwa poin-poin piagam koalisi sudah selesai dibahas dalam tim kecil berisikan delapan orang anggota tetap.

Dikutip dari kantor berita Antara, anggota tim kecil koalisi ini berisikan unsur Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, nasional Demokrat atau Nasdem, serta dan Demokrat.

Ketiga unsur ini rutin melalukan pertemuan, termasuk pada Jumat (27/1/2023) saat bertemu dan santap siang bersama di rumah Anies Baswedan.

"Materi-materi poinnya sudah kami bahas, tapi mungkin perlu finalisasi," paparnya di Jakarta, awal pekan ini (30/1/2023).

Nantinya, poin-poin ini akan dijadikan dokumen resmibernama Piagam Koalisi. Penandatanganan bakal dilakukan setelah pimpinan partai bertemu secara formal.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syura  PKS, Sohibul Iman mengatakan tim kecil yang dibentuk koalisi tiga partai untuk menggodok empat hal penting. Yaitu yakni platform, pasangan, pemenangan, serta portofolio.

"Keempat hal inilah yang kami bahas. ketika kami sepakat dengan empat hal ini, itulah yang menjadi pertimbangan paling mendasar pilihan kepada calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan," ujar Sohibul Iman.

Ia menambahkan bahwa partai menyerahkan penentuan calon wakil presiden (cawapres) kepada Anies Baswedan.

"PKS memiliki sikap bahwa proses penentuan cawapres itu semua partai berhak mengajukan. Namun pada akhirnya pemilihan diserahkan kepada capres, tentu saja melalui mekanisme yang objektif," tukas Sohibul Iman.

Ia juga menegaskan selama cawapres yang dipilih itu mendongkrak kemenangan, siapa pun dia, tidak harus kader PKS.

"PKS tetap akan dalam koalisi ini," ungkap Sohibul Iman.

Ia menjelaskan alasan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden merupakan hasil musyawarah Majelis Syura PKS pada Agustus 2022.

Terdapat tiga kriteria untuk calon presiden yang diusung PKS. Yaitu sosok simbol perubahan, sosok nasionalis religius, dan memiliki elektabilitas yang memungkinkan untuk menang.

"Kami tidak memiliki istilah elektabilitas survei tertinggi karena dinamika hari ini tentu berbeda dengan dinamika saat 14 Februari 2024," tutup Sohibul Iman.

Load More