/
Selasa, 31 Januari 2023 | 17:33 WIB
Anies Baswedan saat mengunjungi Lombok. ([ANTARA])

Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti manuver Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akhirnya secara resmi menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2024.

Adanya dukungan yang diberikan PKS kepada Anies, disinyalir menjadi kode bahwa Koalisi Perubahan akan segera melakukan deklarasi.

Sehubung dengan hal tersebut, Hendri Satrio atau yang akrab disebut Hensat menyatakan bahwa adanya soft launching yang dilakukan oleh PKS ini kemungkinan akibat dari gertakan yang dilakukan Partai NasDem.

Ia menyebut jika manuver Surya Paloh Cs menyambangi markas koalisi Gerindra dan PKB menjadi pemicu mengapa PKS akhirnya secara resmi menyatakan dukungannya kepada mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Ya mungkin itu gertakannya NasDem juga berhasil kalik ya," kata Hensat seperti dikutip melalui tayangan kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (31/1/2023).

Meskipun demikian, Hensat mengujarkan bahwa perjalanan PKS, NasDem, dan Demokrat masih panjang untuk mengusung Anies dalam kontestasi mendatang.

"Tapi perjalanannya kan belum selesai," ujar Hensat.

"Bahwa setelah ini kan harus ada yang resmi. Artinya perlu tanda tangan dokumen nih antara empat pihak tadi, Anies Baswedan, kemudian NasDem, PKS, dan Demokrat," sambungnya.

Ia lantas menyebut jika pernyaatan dukungan yang dilakukan PKS seperti layaknya Ahmad Syaikhu Cs sedang melakukan soft launching Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Baca Juga: Total Cetak 8 Gol, Ini Statistik Lengkap Witan Sulaeman di Benua Biru

"Makanya disebutnya soft launching karena belum ada penandatanganan," terang Hensat.

Load More