Bripka Madih keberatan kasus KDRT dijadikan bagian dari pelaporan soal duit pelicin dan penyidik minta hadiah berupa tanah.
Anggota Provos Jatinegara Bripka Madih tengah diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus pengurusan tanah yang dimintai oknum penyidik duit pelicin dan sebidang tanah. Pernyataan dari Polda Metro Jaya, Bripka Madih menyuarakan hal yang tidak logis, di mana ia dimintai tanah seluas 1.000 m persegi, sementara sisa tanah hasil penjualan orangtuanya berada di bawah besaran ini.
Kemudian berkembang aksi Bripka Madih memasang patok tanah di salah satu kawasan permukiman Jatiwarna, Bekasi. Sehingga warganya menggeruduk Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.
Dikutip dari laman News Suara.com, kasus dugaan penyerobotan tanah yang diungkapkan Bripka Madih semakin runcing. Ia merencanakan akan melaporkan dua petinggi Polda Metro Jaya, yaitu Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, serta Kabid Propam Kombes Pol Bhirawa Braja Paksa.
Intinya, ia keberatan kejadian rumah tangganya, yaitu menyangkut Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT ikut dibawa-bawa.
"Nanti saya laporin balik Kabid Humas sama Kabid Propam, masa masalah tanah dikaitkan dengan masalah yang udah puluhan tahun," jelas Bripka Madih pada Minggu (5/2/2023).
Ia menilai kedua perwira Polda Metro tadi tidak bisa melihat masalah secara apple to apple.
"Lucu gitu loh, bukan mencemarkan nama baik institusi Kepolisian. Ini kan ada oknum, ya harus ditindak," tandasnya.
Adapun soal penyerobotan lahan yang dikemukakan, Bripka Madih menuturkan jika ia menjadi korban pemerasan oknum penyidik Polda Metro Jaya berinisial TG. Ia dimintai uang senilai Rp 100 juta oleh oknum, juga Selain uang ratusan juta, oknum penyidik tersebut juga tanah seluas 1.000 meter persegi.
Kemudian, Bripka madih juga memasang patok tanah yang membuat lalu-lintas kendaraan roda empat di salah satu area permukiman di Jatiwarna, Bekasi menjadi terhambat.
Berita Terkait
-
Bripka Madih, Pelapor Duit Pelicin Dijemput Petugas untuk Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
-
Bripka Madih Dianggap Seperti Whistleblower, Apa Itu?
-
Soal Kasus Penyerobotan Lahan oleh Bripka Madih, Sejumlah Warga Melaporkan ke Polda Metro jaya
-
Sedang Viral Kena Pemerasan Duit Pelicin untuk Urus Tanah, Bripka Madih Malah Ketahuan Pernah Aksi KDRT
-
Polda Metro Jaya Akan Konfrontir Bripka Madih dengan Eks Penyidik yang Minta Duit Pelicin dan Tanah
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Minggu 1 Maret 2026
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Menteri Tegaskan Bandung Harus Punya Pabrik Listrik dari Sampah
-
Mahasiswa Bekasi Diciduk Polisi, Ternyata Pengedar Tembakau Sintetis Rumahan
-
Dituding Pansos Usai Singgung Istri Virgoun Hamil Duluan, Begini Pembelaan Luna Alhamdy Putri
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 1 Maret 2026 Disertai Waktu Sholat Hari Ini
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Apa Itu Gelar Ayatollah yang Disandang Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran?
-
Mengapa Amerika Menyerang Iran? Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Rudal