Motivasi tengah digali, pelaku dibekuk sekuriti di hari yang sama.
Belum lama berselang, terjadi peristiwa penganiayaan dengan terduga pelaku menunggang Jeep Rubicon pakai nomor polisi palsu, B 120 DEN. Sedangkan nomor asli adalah B 2571 PBP. Pelaku yang diduga berinisial MDS diketahui lulusan Taruna Nusantara.
Dikutip dari laman News Suara.com, penganiayaan oleh MDS diperbincangkan via media sosial Twitter.
Dijelaskan bahwa korban adalah pelajar bernama David.
"Kendaraan bernopol pelat palsu ini dipakai untuk membawa anak teman saya untuk dianiaya. Pelaku berjumlah 3 orang," jelas akun @/addtaufiq pada Selasa (21/2/2023).
Akun Twitter @LenteraBangsaa_ menyatakan bahwa penganiayaan terjadi saat David sedang berada di rumah temannya. Ketika itu David membagikan lokasinya pada sang mantan kekasih.
"Menurut saksi, 20 Februari 2023 korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian korban di WA mantan pacarnya yang mau mengembalikan kartu pelajar," terangnya.
"Korban shareloc lokasi dia (rumah temannya). Kemudian ada mobil jeep hitam sudah menunggu di depan (ada 4 orang di dalam jeep) dan korban diajak ke sebuah gang kosong," sambungnya.
Di gang kosong itu, David dianiaya dua orang pelaku. Akibatnya mengalami luka serius di wajah.
"Korban mengalami luka serius bagian muka sebelah kanan, kemudian dilarikan ke RS Medika oleh ayah teman korban. Kondisi saat ini korban belum sadarkan diri," demikian kelanjutannya.
Peristiwa penganiayaan ini dilaporkan kepada kepolisian setempat. Sosok terduga pelaku kemudian viral, dijumpai akun Instagram sang pelaku, yakni @/__broden tengah pose bersama Jeep Rubicon.
Diungkap juga bahwa sang pelaku diduga anak pejabat pajak. Seorang warganet mengungkap bahwa pelaku tak cuma memiliki Rubicon, juga motor Harley-Davidson.
Kekinian, polisi telah menangkap pelaku penganiayaan terhadap D, anak dari Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, Jonathan Latumahina. Pelaku berinisial MDS ini ditangkap sekuriti Komplek Grand Permata Boulevard, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam menyebut MDS ditangkap saat itu juga, setelah menganiaya korban pada Senin (20/2/2023) malam. Setelah ditangkap sekuriti MDS selanjutnya diserahkan ke Polsek Pesanggrahan.
Kombes Pol Ade Ary Syam menyatakan MDS telah berstatus tersangka. Ia dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal 2 tahun 8 bulan.
"Sementara korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di RS," lanjutnya.
Motif MDS atau Mario Dandy Satriyo (20), penganiaya anak pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Pesanggrahan, Jaksel tengah didalami Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel).
"Motif kekerasan terhadap anak itu adalah pelaku melampiaskan amarahnya kepada korban, karena pelaku mendapat informasi dari teman wanita pelaku, saudari A. Bahwa A telah mengalami suatu perbuatan atau hal yang tidak baik sehingga tersangka melampiaskan amarahnya kepada korban," jelas Kombes Pol Ade Ary Syam, Rabu (22/2/2023).
Ia menyatakan MDS mengajak korban ke sebuah gang mengendarai Jeep Rubicon, lantas korban dianiaya MDS dkk.
"Dengan melakukan kekerasan memukul, menendang, memukul dan menendang," tukas Kombes Pol Ade Ary Syam.
Adapun Jeep Rubicon yang dipakai saat membawa korban terbukti menggunakan pelat palsu.
"Di TKP di perumahan Ulujami, di belakang mobil (kejadian penganiayaan) mobil ini digunakan oleh tersangka dan dua saksi untuk mendatangi korban yang saat itu sedang berkunjung ke rumah temannya," jelas Pol Ade Ary Syam.
Berdasarkan hasil penelusuran polisi, rupanya pelat polisi yang dipakai di mobil Rubicon Mario adalah pelat nomor bodong.
"Kemudian kami mengamankan nopol B 2571 PBP ini yang diduga, pelat nomor ini ah yang sesuai dengan fisik nomor ini. Sesuai STNK yang ada yaitu B 2571 PBP," terangnya.
Berita Terkait
-
Siapa Pengguna Pelat RF? Penerbitannya Bakal Dihentikan Polri Mulai Oktober 2023
-
Banyak Disalahgunakan, Penerbitan Pelat RF Diberhentikan Mulai Tahun Ini
-
Catat! Pelat Nomor Khusus Tak Kebal Ganjil-Genap
-
Terciduk! Sopir Mobil Dinas TNI Gercep Ganti Pelat Nomor Usai Dilarang Isi Pertalite, Videonya Viral
-
Mobil Mewah Pelat Nomor RFS dengan Pemilik Kokang Bedil Dipastikan Kepolisian Bukan Milik Pejabat
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL
-
Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah
-
Tragedi di Tikungan Desa Soso Blitar: Ketika Hilang Fokus Berujung Maut
-
2 BUMN Ini Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat
-
Apa Saja Sampah Antariksa? Misteri Cahaya di Langit Lampung yang Terungkap
-
Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas
-
Refleksi Ketika Negara, Gereja, dan Rakyat Bertabrakan di Oetimu
-
Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
-
Donald Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia: Segala Puji Bagi Allah SWT
-
Viral Motor Terbakar di SPBU Semarang, Ini Kronologi dan Fakta di Baliknya