/
Senin, 27 Februari 2023 | 16:55 WIB
Sinta Nuriyah dan Alissa Wahid saat menjenguk David (Twitter/seeksixsuck)

Putri Gus Dur mengimbau pelaku harus diadili. Soal cerita ayah pelaku atau ayah korban, soal kantor pajak, soal polisi, semuanya tak boleh mengaburkan inti kasus.

Hajjah Sinta Nuriyah Wahid, mantan Ibu Negara RI, istri dari Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid tak kuasa meneteskan airmata atau mbrebes mili dalam bahasa Jawa, demi melihat kondisi Cristalino David Ozora Latumahina, korban penganiayaan brutal Mario Dandy Satriyo.

Dikutip dari laman News Suara.com, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hajjah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid besuk David Latumahina, putra kader GP Ansor Jonathan Latumahina di RS Mayapada Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu, Minggu (26/2/2023).

"Dua hari ini saya menjenguk David. Sedih sekali melihat keadaannya, tidak seperti wajah di foto ini. Penganiayaannya brutal dan sadis, sampai David tak sadar hingga saat ini," demikian tulis Alissa Wahid, putri pertama pasangan Gus Dur dan Sinta Nuriyah, di Twitter yang dipantau Suara.com, Senin (27/2/2023). Ia juga mengunggah potret David Latumahina kecil tengah membaca salah satu karya Gus Dur.

Dalam postingannya di Twitter, Alissa Wahid mengungkapkan bahwa sang ibunda Sinta Nuriyah Wahid sampai mbrebes mili melihat kondisi David.

"Ibu Sinta Nuriyah Wahid juga mbrebes mili. Kami tadi sampaikan, nanti setelah David sehat, kita akan barengan ziarah ke makam Gus Dur. Sejak mualaf di usia 14 tahun, ia membaca banyak buku Gus Dur. Bahkan pergi sendirian ke Makam Tebuireng," lanjutnya via Twitter.

Alissa Wahid meminta masyarakat untuk mendoakan agar David Latumahina semakin kuat dan segera sadar, serta semakin sehat. Begitu juga agar keluarga Jonathan Latumahina diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi semua ini. Harapannya, keadilan untuk David Latumahina benar-benar segera terwujud.

"Inti kasusnya adalah terjadi penganiayaan berat terhadap David. Pelakunya harus diadili. Soal cerita-cerita yang beredar, soal ayah pelaku atau ayah korban, soal kantor pajak, soal polisi, semuanya tak boleh mengaburkan inti kasus," demikian Alissa Wahid menuliskan.

Load More