Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyebutkan komparasi antara Bharada Richard Eliezer dan Briptu Norman Kamaru.
Dua sosok anggota Brimob ini sama-sama pernah viral. Briptu Norman Kamaru yang berjoget keren lagu India, Chaiya Chaiya menirukan megastar Bollywood, Shah Rukh Khan. Sedangkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu menjadi Justice Collaborator dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Joshua Hutabarat.
Kekinian, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSk menyatakan menghentikan perlindungan melekat atas Richard Eliezer karena yang bersangkutan menerima undangan wawancara salah satu televisi swasta di mana disebutkan status sebagai JC tidak memungkinannya menerima kesempatan itu.
Norman Kamaru dipecat dari kesatuannya dengan alasan banyak job di Jakarta sehingga meninggalkan pos kerjanya di Gorontalo. Padahal bila dikulik lebih dalam, sebuah kisah ia tuturkan via tayangan YouTube. Alasan mengapa ia memilih jalur entertainment dan kini bisnis kuliner.
Sedangkan Richard Eliezer tetap dipertahankan di kesatuannya dengan mempertimbangkan status sebagai Justice Collaborator serta menilik keinginan masyarakat.
Dikutip dari kanal News Suara.com, pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel membandingkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan Norman Kamaru.
Richard Eliezer dinilai bukan sosok polisi ideal yang menginspirasi dan berprestasi. Akan tetapi anggota kepolisian yang dinilai lemah dan berperilaku salah.
"Bandingkan dengan Norman Kamaru. Walaupun kemudian mengambil jalan hidup yang keliru karena keluar dari Polri, Norman masih sempat membagikan kegembiraan kepada orang banyak," jelas Reza Indragiri Amriel saat dihubungi, Senin (13/3/2023).
Ia menambahkan, Richard Eliezer adalah terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Polisi Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Untuk itu, langkah melakukan wawancara dengan salah satu TV nasional dianggap tidak tepat.
"Seyogianya RE melihat dunia dengan kacamata narapidana sekaligus pendosa, bukan mindset selebritas, apalagi polisi pahlawan," tandas Reza Indragiri Amriel.
Mestinya, Richard Eliezer fokus pada program rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan atau lapas dan menyelesaikan masa tahanannya.
"Hitung-hitungan di atas kertas, jika lewat risk assessment RE nantinya dinilai gagal menjalani program rehabilitasi, maka ia berisiko menjadi residivis," tukasnya.
LPSK memutuskan untuk mencabut perlindungannya terhadap Richard Eliezer setelah melakukan wawancara dengan salah satu TV nasional tanpa izin LPSK.
"Atas hal tersebut, LPSK telah menyampaikan surat keberatan kepada pimpinan media tersebut dan meminta agar wawancara tidak ditayangkan karena terdapat konsekuensi terhadap perlindungan RE," jelas Syarial M Wiryawan, Tenaga Ahli LPSK Syarial M Wiryawan dalam konferensi pers, Jumat (10/3/2023).
Akan tetapi, hasil wawancara tetapi ditayangkan pada Kamis (9/3/2023) malam sehingga LPSK menggelar sidang mahkamah pimpinan LPSK, dengan hasil perlindungan pada Richard Eliezer dihentikan.
Berita Terkait
-
Maaf Mesti Bicara Pahit: Richard Eliezer Tidak Pantas Lagi Menyandang Status JC yang Dilindungi LPSK
-
Menkumham Vs LPSK Soal Richard Eliezer Diwawancarai TV, Yasonna Laoly: Semua Ada Izin
-
Polri Berikan Kepastian Kondisi Richard Eliezer Sehat dan Aman, Meski Kini Statusnya Tidak Dilindungi LPSK
-
Menkumham Tegaskan Wawancara Richard Eliezer Sudah Berizin
-
Seperti Apa Kondisi Sel Tahanan Richard Eliezer? Begini Penjelasan Tahti Rorenmin Bareskrim Polri
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit