Ganjaran adalah empat tahun untuk pembinaan masa remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak.
AGH atau AG adalah anak berhadapan dengan hukum, yang berdasarkan gelar rekonstruksi Polda Metro Jaya tidak menunjukkan keinginan untuk membantu anak korban D atau Cristalino David Ozora Latumahina saat dianiaya brutal oleh tersangka Mario Dandy Satriyo.
Saat pacarnya melakukan tindakan penganiayaan berat dengan tendangan menyasar otak kecil anak korban D, AGH malah melakukan aksi perekaman atau recording menggunakan smartphone. Juga berkeberatan memberikan tangan saat diminta saksi menopang kepala anak korban D sebagai tindakan pertolongan.
Dikutip dari kanal Entertainment Suara.com, Jonathan Latumahina, ayah anak korban D serta saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk penganiayaan putranya ini menyatakan kondisi Cristalino David Ozora Latumahina pascapenganiayaan serta dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Kondisi David saat ini menjalani dua terapi. Yang pertama terapi kesadaran kualitatif, terkait dengan kognitif. Kedua adalah kesehatan kesadaran kuantitatif, atau motorik," ungkap Jonathan Latumahina saat ditemui di PN Jakarta Selatan pada Senin (3/4/2023).
Anak korban D memerlukan kedua terapi ini guna mengaktifkan kembali kemampuan motorik dan kognitifnya, akibat terjadinya kerusakan otak akibat tindakan penganiayaan tersangka Mario Dandy Satriyo, pacar AGH.
Ada hal memberatkan dalam proses peradilan AGH di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Seperti diungkap Syarief Sulaeman, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan AGH telah melakukan penganiayaan sehingga menyebabkan anak korban D mengalami luka parah.
"Hal yang memberatkan sudah pasti, karena perbuatan anak berkonflik dengan hukum ini menyebabkan luka berat. Bersama-sama (tindakan penganiayaan dilakukan pacar AGH) ini, ya," jelas Syarief Sulaeman kepada wartawan di PN Jaksel, Rabu (5/4/2023).
Sedangkan hal meringankan untuk tuntutan AG adalah statusnya sebagai terdakwa anak. Sehingga pidana maksimal dalam pasal yang didakwakan dipotong setengah masa hukuman.
Selain itu, tidak ada pidana denda yang dibebankan kepada AG.
"Contohnya hal meringankan karena dia anak, dengan usia muda maka diharapkan dapat memperbaiki perbuatannya dengan masa depan yang masih panjang, itu salah satunya," tandas Syarief Sulaeman.
"Di KUHP tidak ada tuntutan denda, jadi Pasal 355 ayat 1 KUHP, tidak ada denda," tuturnya.
Jaksa menyatakan AG bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan berat berencana.
"Terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 355 ayat 1 KUHP dengan kata lain tindak pidana penganiayaan berar dengan berencana," tutur Syarief Sulaeman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2023).
Atas hal itu, jaksa meminta hakim menjatuhkan pidana terhadap AG dengan pembinaan selama empat tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak atau LPKA. Dengan demikian, bila saat ini ia berusia 15 tahun, ia akan tinggal sampai sekira usia 19 tahun. Alias menghabiskan masa muda di penjara.
Berdasarkan asas peradilan anak, sidang AGH digelar secara tertutup dan AGH didakwa Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara dan Pasal 355 ayat (1) tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.
Berita Terkait
-
AGH Dituntut 4 Tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak dalam Kasus Penganiayaan Brutal yang Dilakukan Pacarnya
-
Beberapa Kali Digelar Tertutup, Sidang Putusan AGH dalam Kasus Penganiayaan Anak Korban D Terbuka Bagi Umum
-
Mitra dalam Perkara Kriminal, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Bisa Lempar Batu Sembunyi Tangan Soal Free Kick
-
Mario Dandy Satriyo Satu Ruangan dengan Pacar dan Mantan di Sidang Penganiayaan Anak Korban D, Bagaimana Perasaannya?
-
CEK FAKTA: Kasus Penganiayaan Brutal Mario Dandy Satrio Membuat Kejagung Turun Tangan dengan Vonis Maksimal, Benarkah?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali